— Paragraf 1 —
RADARCIREBON.TV – Perayaan Idul Fitri tidak hanya menjadi momen spesial bagi masyarakat umum, tetapi juga dirayakan oleh banyak pesepak bola top dunia yang beragama Islam. Meski disibukkan dengan jadwal pertandingan padat di Eropa maupun Timur Tengah, para pemain ini tetap menyempatkan diri merayakan hari kemenangan bersama keluarga atau rekan setim.
— Paragraf 2 —
Salah satu sosok yang paling dikenal adalah Mohamed Salah. Bintang Liverpool tersebut memiliki tradisi unik setiap Lebaran, yakni pulang ke kampung halamannya di Nagrig, Mesir. Selain berkumpul bersama keluarga, Salah juga dikenal kerap berbagi kepada masyarakat sekitar, menjadikan momen Idul Fitri semakin bermakna.
— Paragraf 3 —
Selain Salah, ada Paul Pogba yang saat ini berkarier bersama Juventus. Pogba dikenal sebagai sosok Muslim yang taat dan rutin menjalankan ibadah, termasuk merayakan hari raya dengan penuh khidmat. Hal serupa juga terlihat dari Sadio Mane, yang kini bermain untuk Al Nassr dan dikenal aktif dalam kegiatan sosial berbasis keagamaan.
— Paragraf 4 —
Nama lain yang tak kalah populer adalah Achraf Hakimi dari Paris Saint-Germain. Bek sayap asal Maroko tersebut kerap menunjukkan identitas keislamannya, termasuk saat merayakan Idul Fitri. Sementara itu, Karim Benzema yang kini membela Al Ittihad juga sering membagikan momen Ramadan dan Lebaran melalui media sosial.
— Paragraf 5 —
Menariknya, generasi muda juga turut meramaikan daftar ini. Lamine Yamal, bintang muda FC Barcelona, tetap menjalankan ibadah puasa di tengah jadwal kompetisi ketat. Begitu pula dengan Hugo Ekitike yang bahkan sempat berkelakar akan merayakan Lebaran di perjalanan karena padatnya agenda pertandingan.
— Paragraf 6 —
Tak ketinggalan, sosok rendah hati seperti N’Golo Kante juga dikenal sebagai Muslim yang taat dan sederhana dalam menjalani kehidupan, termasuk saat menyambut hari raya. Sementara mantan pemain top seperti Mesut Ozil tetap aktif menyampaikan ucapan Idul Fitri kepada penggemar di seluruh dunia meski telah pensiun.
— Paragraf 7 —
Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai-nilai religius tetap dapat berjalan berdampingan dengan profesionalisme di level tertinggi sepak bola. Idul Fitri menjadi momen refleksi sekaligus kebahagiaan bagi para pemain Muslim, meskipun mereka berada jauh dari kampung halaman. Kehadiran mereka juga memberi inspirasi bagi jutaan penggemar bahwa identitas dan keyakinan tetap bisa dijaga di tengah kerasnya kompetisi global.
➡️ Baca Juga: Rute Bus Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta: Informasi Jadwal, Tarif, dan Pemberhentian
➡️ Baca Juga: Pemerintah Mengatur Penggunaan AI oleh Pelajar untuk Meningkatkan Pembelajaran
