Jakarta – DPRD DKI Jakarta mengungkapkan urgensi bagi Dinas Pendidikan (Disdik) untuk segera melakukan audit bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Langkah ini dianggap kunci untuk mempercepat perbaikan dan mencegah kerusakan semakin parah yang dapat mengancam keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Dengan pendekatan yang proaktif, diharapkan masalah ini tidak perlu menunggu perhatian publik untuk ditangani.
Pentingnya Audit Bangunan Sekolah Rusak
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi, menekankan pentingnya penyisiran menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah. Ia merekomendasikan agar pemerintah daerah memanfaatkan anggaran APBD Perubahan 2026 untuk meningkatkan penanganan infrastruktur pendidikan yang memerlukan perhatian segera.
Ghozi menyatakan bahwa audit kondisi bangunan sekolah harus menjadi acuan dalam menentukan langkah penanganan yang tepat untuk setiap sekolah. Hasil dari pemetaan tersebut akan membantu menentukan apakah suatu bangunan hanya memerlukan perbaikan ringan, rehabilitasi, atau bahkan penanganan menyeluruh.
Menjaga Keselamatan Sekolah
Keselamatan siswa, guru, dan seluruh komunitas sekolah harus menjadi prioritas utama. Ghozi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama, di mana kejadian ambruknya bangunan sekolah terjadi akibat kerusakan yang diabaikan.
“Pastikan tidak ada lagi sekolah yang ambruk,” tegas Ghozi dalam sebuah pernyataan. Ia menilai bahwa penanganan terhadap sekolah yang rusak seharusnya tidak hanya dilakukan setelah kejadian viral di masyarakat. Sebaliknya, pemerintah harus memiliki sistem pemantauan yang teratur untuk mendeteksi potensi kerusakan sebelum menjadi masalah serius.
Memperkuat Sistem Pemantauan
Ghozi kembali menekankan pentingnya pendekatan yang tidak reaktif. “Jangan bekerja karena viral,” ungkapnya. Dengan demikian, Disdik DKI Jakarta didorong untuk segera menyusun pemetaan komprehensif mengenai kondisi sarana dan prasarana pendidikan.
Data yang akurat dan tepat waktu sangat penting agar pemerintah dapat mengenali sekolah-sekolah yang membutuhkan intervensi. Pemetaan ini juga memungkinkan penentuan skala prioritas yang tepat dalam penanganan infrastruktur pendidikan.
Perencanaan Anggaran yang Efisien
Selain itu, Ghozi meminta agar kebutuhan rehabilitasi sekolah yang telah teridentifikasi dimasukkan dalam perencanaan APBD Perubahan 2026. Dengan penganggaran yang direncanakan sejak awal, diharapkan proses perbaikan tidak akan terhambat ketika kondisi bangunan semakin memburuk.
Dengan pendekatan berbasis data, penggunaan anggaran pendidikan akan lebih terarah. Ini memungkinkan pemerintah untuk menentukan prioritas berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensi keselamatan, bukan sekadar berdasarkan sekolah yang mendapat perhatian publik lebih dulu.
Pencegahan Kerusakan Melalui Pemetaan Berkala
Selain melakukan perbaikan pada bangunan yang sudah rusak, pemetaan berkala juga dapat berfungsi sebagai langkah pencegahan. Disdik harus melakukan evaluasi terhadap struktur dan fasilitas sekolah untuk mencegah potensi kerusakan yang bisa mengganggu proses belajar mengajar.
Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa. Kondisi fasilitas sekolah yang layak merupakan salah satu faktor kunci dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif serta memberikan rasa aman bagi guru dan siswa.
Koordinasi Antara Instansi
DPRD DKI Jakarta juga mendorong agar koordinasi antara Disdik dan perangkat daerah terkait diperkuat dalam penanganan infrastruktur sekolah. Dengan pemetaan yang cepat dan perencanaan anggaran yang matang, diharapkan perbaikan dapat dilakukan tepat waktu, sehingga risiko ambruknya bangunan sekolah dapat diminimalkan.
Ghozi berharap pemerintah provinsi DKI Jakarta tidak lagi menerapkan pendekatan yang menunggu masalah muncul sebelum mengambil tindakan. Perbaikan sekolah harus menjadi bagian dari perencanaan yang berkelanjutan untuk memastikan keselamatan warga sekolah dan meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di Jakarta.
➡️ Baca Juga: Serangan Iran Mengganggu Produksi Minyak Arab Saudi, Kapasitas Terancam Menurun
➡️ Baca Juga: 5 Resep Minuman Kolagen Alami yang Mudah Dibuat di Rumah Menurut Ahli Nutrisi
