Ekonomi Bali Makin ‘Tech-Savvy’: Temukan Visi Baru Selain Pariwisata di Coinfest Asia 2026

Dalam beberapa tahun terakhir, Bali telah menjadi lebih dari sekadar tujuan wisata. Pulau ini kini merangkul perubahan besar dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk memperkuat ekonominya. Coinfest Asia 2026, yang berlangsung pada 20-21 Agustus 2026, menjadi platform bagi para pemimpin pemerintah, investor, dan pelaku industri untuk mengeksplorasi potensi aset digital serta dampaknya terhadap ekonomi yang lebih luas. Acara ini tidak hanya membahas tentang kripto dan blockchain, tetapi juga membuka peluang baru dalam pendanaan, investasi sektor riil, dan pengembangan pusat ekonomi yang inovatif di Indonesia. Salah satu topik penting yang diangkat adalah masa depan ekonomi Bali dan bagaimana pulau ini dapat menjadi lebih ‘tech-savvy’.

Transformasi Ekonomi Bali Menuju Era Digital

Pemerintah Indonesia, melalui Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mendorong Bali untuk mengembangkan basis ekonominya dengan memasukkan sektor keuangan, teknologi, dan layanan digital, sembari tetap mempertahankan pariwisata sebagai fondasi utama. Menurutnya, Bali tidak perlu meninggalkan pariwisata; sebaliknya, sektor-sektor baru ini dapat berfungsi sebagai pilar tambahan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Bali harus membangun di atas kekuatan pariwisata, sementara sektor-sektor baru ini akan memperkuat pertumbuhan ekonomi pulau ini di masa depan,” ujar Todotua. Dengan investasi yang terus mengalir ke Bali, provinsi ini berhasil menarik perhatian para investor dari berbagai bidang.

Statistik Investasi yang Menjanjikan

Data menunjukkan bahwa pada semester I 2026, realisasi investasi di Bali mencapai sekitar Rp23,8 triliun (setara dengan US$1,44 miliar). Sejak 2021 hingga semester I 2026, total investasi kumulatif telah mencapai Rp147,4 triliun, di mana 60,9 persen berasal dari penanaman modal asing. Ini menunjukkan bahwa Bali, meskipun dikenal dengan pariwisatanya, kini sedang dalam proses menambah lapisan ekonomi baru yang lebih beragam.

Pertumbuhan Sektor Teknologi di Bali

Meskipun pariwisata dan properti masih mendominasi struktur investasi Bali, investasi berbasis teknologi mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Salah satu bentuk investasi yang berkembang adalah aplikasi berbasis teknologi blockchain. Menurut data BKPM, Bali merupakan daerah kedua dengan investasi terbesar setelah DKI Jakarta dalam kategori usaha pemrograman dan pengembangan aplikasi berbasis blockchain.

Sepanjang 2023 hingga semester I 2026, investasi dalam kategori ini di Bali mencapai Rp13,1 miliar, atau sekitar 9,9 persen dari total nasional. Meskipun angka ini masih kecil dibandingkan dengan total investasi nasional, hal ini menunjukkan bahwa pengembangan teknologi blockchain mulai mendapatkan tempat di peta investasi Bali.

Perbandingan dengan Jakarta dan Pertumbuhan Investasi Nasional

DKI Jakarta masih mendominasi sektor ini dengan investasi mencapai Rp115,3 miliar (87,4 persen dari total nasional). Secara keseluruhan, investasi pengembangan aplikasi blockchain di Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp71,38 miliar, yang lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan Rp20,75 miliar sepanjang tahun 2025. Total investasi yang tercatat sejak 2023 mencapai Rp131,9 miliar.

Dari Aset Digital ke Investasi Riil

Di Coinfest Asia, diskusi mengenai teknologi tidak hanya terbatas pada pengembangan aplikasi, tetapi juga mengaitkannya dengan masalah pendanaan. Todotua menegaskan bahwa perkembangan aset digital dapat membuka peluang baru dalam mencari sumber modal yang dapat diarahkan ke investasi sektor riil. Salah satu mekanisme yang disebutkan adalah tokenisasi, yang dapat menghubungkan pendanaan dengan realisasi investasi.

“Tokenisasi merupakan metode yang mudah untuk melepaskan potensi pendanaan menjadi investasi nyata,” tambahnya. Dengan memanfaatkan mekanisme ini, pemerintah berupaya untuk mengalihkan dana yang ada dalam ekosistem kripto menjadi investasi yang dapat bersinergi dengan berbagai sektor di dalam negeri.

Contoh Penerapan Tokenisasi

Beberapa contoh investasi yang dapat dihubungkan dengan tokenisasi meliputi:

Tokenisasi akan menjadi jalur tambahan di samping sumber pendanaan konvensional, seperti modal ventura dan pinjaman bank.

Peluang Ekonomi Baru di Bali

Selain pengembangan teknologi dan sumber pendanaan baru, Bali juga berencana untuk menjadi lokasi pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Dalam pidatonya di Coinfest Asia, Todotua mengungkapkan bahwa PFII akan terlebih dahulu dikembangkan di Jakarta, dan Bali direncanakan sebagai lokasi berikutnya.

PFII diharapkan dapat menjadi ekosistem yang menghubungkan modal global dengan peluang investasi di Indonesia serta kawasan ASEAN. Pemerintah menargetkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk bank internasional, manajer aset, perusahaan teknologi finansial, dan penyedia jasa profesional.

Sinergi Pariwisata dan Teknologi

Dengan pariwisata tetap menjadi kekuatan utama Bali, pertumbuhan investasi di sektor teknologi, pengembangan tokenisasi untuk sektor riil, dan inisiatif pengembangan ekosistem keuangan memberikan peluang baru bagi Bali untuk memperluas aktivitas ekonomi. Integrasi sektor-sektor ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang menguntungkan bagi masyarakat lokal dan investor.

Menghadapi Tantangan dan Memanfaatkan Kesempatan

Meskipun ada tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam struktur ekonomi yang sudah ada, Bali memiliki potensi besar untuk mengatasi hal ini. Dengan dukungan dari pemerintah dan sektor swasta, pulau ini dapat menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menjadi lebih ‘tech-savvy’.

Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, investor, hingga masyarakat lokal. Dengan pendekatan yang terencana, Bali dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Dengan berbagai inisiatif yang sedang dijalankan di Coinfest Asia 2026 dan rencana-rencana masa depan, jelas bahwa Bali sedang berada di jalur yang tepat untuk mengembangkan ekonomi yang lebih beragam dan berteknologi tinggi. Ini adalah langkah penting bagi pulau ini untuk tidak hanya bergantung pada pariwisata, tetapi juga untuk menjadi pusat inovasi dan investasi yang menarik di kawasan ini.

➡️ Baca Juga: Transjakarta Dapat Dukungan Bapemperda untuk Mengelola Transportasi Laut dan Udara

➡️ Baca Juga: 6 Remaja Indonesia Berprestasi di Orkestra Independen Terbesar di Amerika Serikat

Exit mobile version