Investasi Emas PT Divine Gems Menyebabkan 86 Korban Resmi Lapor ke Bareskrim

Jakarta – Sebanyak 86 individu telah resmi mengajukan laporan kepada Bareskrim Polri terkait dugaan penipuan dalam investasi emas dan perak yang melibatkan PT Divine Gems and Jewellery. Total kerugian yang dilaporkan mencapai sekitar Rp25 miliar, menimbulkan kekhawatiran akan keamanan investasi di sektor ini.

Detail Kasus Penipuan Investasi Emas

Pengacara yang mewakili para korban, Bionda Johan Anggara, menyatakan bahwa laporan telah diajukan terhadap direktur dan komisaris PT Divine Gems and Jewellery. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/476/X/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI.

Dalam penjelasannya, Bionda mengungkapkan bahwa direktur utama perusahaan, yang memiliki inisial JKR, adalah seorang warga negara asing. Selain itu, terdapat juga komisaris yang merupakan warga negara Indonesia dengan inisial NB, serta beberapa individu dari India yang terlibat dalam struktur perusahaan.

Modus Operandi Penipuan

Menurut Bionda, modus yang digunakan oleh PT Divine Gems melibatkan penawaran jual beli emas dengan sistem preorder. Para korban dijanjikan akan menerima bonus jika mereka berinvestasi dalam emas.

Contohnya, bagi mereka yang membeli 5 gram emas, dijanjikan bonus tambahan 4 gram. Namun, sayangnya, banyak korban yang tidak menerima bonus sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

Selain itu, terdapat juga sistem buyback di mana perusahaan menjanjikan untuk membeli kembali emas dengan harga yang lebih tinggi. Namun, banyak korban yang tidak menerima pembayaran sesuai dengan kesepakatan awal.

Alasan Para Korban Berinvestasi

Bionda menjelaskan bahwa ketertarikan para korban untuk berinvestasi di PT Divine Gems disebabkan oleh beberapa faktor yang dianggap menarik. Salah satunya adalah keunggulan produk yang ditawarkan, seperti adanya hologram, sertifikasi SNI, serta cabang-cabang yang tersebar di berbagai wilayah.

Lebih jauh, perusahaan ini juga memanfaatkan figur publik sebagai brand ambassador untuk meningkatkan daya tariknya. Menurut Bionda, keberadaan influencer terkenal menjadi salah satu faktor utama yang menarik perhatian para calon investor.

Pengaruh Figur Publik

“Setelah kami melakukan pengecekan, mayoritas korban tertarik berinvestasi karena pengaruh dari public figure, yang di antaranya adalah influencer dengan inisial JC, KL, dan NN,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong Bareskrim Polri untuk menyelidiki sejauh mana keterlibatan para figur publik dalam kasus penipuan ini. Bionda menekankan pentingnya transparansi dalam proses penyidikan untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus ini.

“Kami percaya bahwa penyidik di Bareskrim akan menjalankan tugasnya secara profesional untuk mengungkap fakta-fakta yang ada,” tambahnya.

Pengalaman Korban

Salah satu korban yang bernama Bernardus mengungkapkan bahwa ia mengalami kerugian hingga Rp1 miliar akibat investasi ini. Awalnya, ia membeli perak dengan sistem preorder dalam jumlah kecil dan mendapatkan barang yang dijanjikan. Namun, saat ia memutuskan untuk membeli lebih banyak, investasi tersebut tidak terealisasi dan berujung pada kerugian yang sangat besar.

Bernardus menekankan bahwa pengalaman pahit ini membuatnya merasa ditipu, dan ia berharap proses hukum ini dapat memberikan keadilan bagi semua korban yang mengalami kerugian akibat tindakan PT Divine Gems.

Investasi emas dan perak memang menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati masyarakat, terutama di masa ketidakpastian ekonomi. Namun, kasus yang melibatkan PT Divine Gems ini menunjukkan betapa pentingnya melakukan riset dan memastikan legitimasi dari perusahaan sebelum melakukan investasi.

Langkah-Langkah Selanjutnya

Dengan adanya laporan resmi ini, diharapkan pihak berwenang segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku penipuan investasi lainnya.

Para korban juga diimbau untuk tetap waspada dan tidak ragu melaporkan jika mereka mengalami hal serupa di masa mendatang. Kesadaran akan risiko investasi adalah kunci untuk melindungi diri dari praktik-praktik penipuan yang merugikan.

Tips Investasi Aman

Untuk menghindari kasus serupa, berikut beberapa tips yang dapat diikuti saat berinvestasi:

Investasi emas, jika dilakukan dengan bijak, dapat menjadi salah satu cara untuk melindungi kekayaan. Namun, penting bagi setiap investor untuk selalu bersikap skeptis terhadap tawaran yang terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

PT Divine Gems dan kasus yang menyertainya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap investor, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang di masa mendatang.

➡️ Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Siapkan 23 Juta Tabung LPG 3 Kg untuk Stok Lebaran yang Aman

➡️ Baca Juga: Analisis Dampak Unlock Vesting Token terhadap Tekanan Jual di Pasar Crypto Global

Exit mobile version