KM Feronia Tenggelam di Labuan Bajo, Diduga Terjebak dalam Pusaran Arus Kuat

Peristiwa tragis terjadi di perairan Tatawa Besar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 13 Oktober 2026, ketika kapal wisata KM Feronia tenggelam. Kapal yang dikenal sebagai penyedia layanan diving ini diduga terjebak dalam pusaran arus yang kuat, mengakibatkan kehilangan kendali dan akhirnya terbalik. Dengan bobot 51 gross tonnage (GT), KM Feronia adalah salah satu kapal yang cukup populer di kalangan wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan bawah laut kawasan Taman Nasional Komodo.

Kronologi Kejadian

Menurut informasi yang dikumpulkan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere melalui Pos SAR Manggarai Barat, KM Feronia berlayar dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo menuju Dermaga Pulau Rinca pada pukul 08.00 Wita. Kapal ini mulai bergerak dari Manta Point menuju perairan Tatawa Besar dengan kecepatan sekitar 10 knot, dan insiden terjadi sekitar pukul 14.30 Wita ketika kapal mendekati daerah pusaran arus yang dikenal berbahaya.

Nakhoda kapal, Isran, menyadari bahaya yang ada dan berusaha mengurangi kecepatan dari 10 knot menjadi 8 knot saat berada dalam jarak 15 meter dari pusaran arus. Sayangnya, upaya tersebut tidak cukup untuk menghindari kecelakaan yang fatal. KM Feronia mengalami kehilangan kendali dan terbalik sebelum akhirnya tenggelam sepenuhnya.

Keberadaan Penumpang dan Kru

Ketika KM Feronia tenggelam, terdapat 30 orang di atas kapal, terdiri dari 25 penumpang dan lima anak buah kapal (ABK). Dalam kondisi darurat, para penumpang dan kru berjuang untuk menyelamatkan diri di tengah ombak yang berbahaya. Nakhoda Isran mengutamakan keselamatan penumpang dengan membuka rakit penolong untuk membantu proses evakuasi, sementara seorang anggota kru berada di toilet saat insiden terjadi.

Upaya Penyelamatan

Setelah KM Feronia terbalik, dua kapal cepat, Red Whale dan Mac Cruise, yang kebetulan melintas di dekat lokasi kejadian segera memberikan bantuan. Tim SAR gabungan juga tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap korban yang berhasil diselamatkan dan membawa mereka ke Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Tiga wisatawan asing dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden ini, di antaranya:

Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasat Polairud) Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung, menegaskan bahwa semua korban yang terluka sudah mendapatkan perawatan di darat. Meskipun banyak yang berhasil dievakuasi, satu orang masih hilang, yaitu Veronica Beatrix Jessica, seorang dive master berusia 23 tahun.

Nasib Veronica Beatrix Jessica

Veronica, yang diduga berada di dalam toilet kapal saat KM Feronia terbalik, tidak sempat keluar karena pintu toilet terkunci dari dalam. Pencarian terhadap Jessica dihentikan sementara pada Selasa malam karena kondisi pencahayaan yang buruk. Upaya pencarian dilanjutkan pada Rabu, 14 Oktober 2026, dengan melibatkan berbagai unsur untuk menemukan korban yang masih hilang.

Proses Pencarian Lanjutan

Tim SAR berkomitmen untuk melanjutkan pencarian Jessica dengan semaksimal mungkin. Iptu Leonardo mengungkapkan bahwa mereka akan berusaha menemukan korban dalam kondisi apapun. Fokus petugas tetap tertuju pada pencarian Jessica, sementara penyebab pasti tenggelamnya KM Feronia sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Insiden ini menyoroti pentingnya keselamatan di laut, terutama di area dengan arus kuat. KM Feronia yang dikenal sebagai kapal wisata diving harus menjadi pelajaran bagi operator kapal lain untuk lebih memperhatikan kondisi perairan dan keselamatan penumpang. Kejadian ini juga mengingatkan kita akan risiko yang ada saat menjelajahi keindahan alam bawah laut yang menakjubkan, namun juga berbahaya.

Langkah Ke Depan untuk Keselamatan Maritim

Dalam menghadapi situasi serupa di masa depan, perlu ada peningkatan dalam hal pelatihan bagi nakhoda dan anak buah kapal, serta penggunaan teknologi yang lebih canggih untuk memantau kondisi cuaca dan arus laut. Selain itu, peningkatan kesadaran akan pentingnya keselamatan di laut harus menjadi prioritas, baik bagi operator kapal maupun para wisatawan.

Insiden KM Feronia tenggelam menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berlayar. Dengan tindakan yang tepat dan kesiapsiagaan, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali.

➡️ Baca Juga: Sinopsis Lengkap dan Daftar Pemain Film Harusnya Horror Karya Reza Arap

➡️ Baca Juga: Pemkot Mojokerto Targetkan Sertifikasi Halal 1.200 UMKM Selesai Tahun Ini

Exit mobile version