Kustom Kulture Festival (KUSTOMFEST) 2026 yang diselenggarakan di Yogyakarta bukan sekadar ajang untuk menampilkan karya modifikasi kendaraan, tetapi juga menjadi platform untuk kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, panitia KUSTOMFEST berhasil menggelar kegiatan Ride For YK dan Malam Jogja Berbagi, yang sukses mengumpulkan dana mencapai Rp1,027 miliar. Dana ini akan dialokasikan untuk mendukung berbagai program sosial dan pendidikan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Perayaan Kustomfest 2026 di Yogyakarta
KUSTOMFEST 2026 berlangsung selama dua hari, dari Sabtu hingga Minggu (10-11 Oktober), yang bertempat di Jogja Expo Center (JEC). Event ini juga berfungsi sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta, menjadikannya momen yang sangat berarti bagi warga setempat.
Peresmian Festival oleh Pejabat Terkait
Pada hari pertama festival, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bersama Direktur KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi, resmi membuka acara tersebut di JEC. Momen ini menjadi simbol dari sinergi antara pemerintah dan komunitas kreatif yang berkomitmen untuk memajukan industri otomotif dan kreativitas lokal.
Dampak Sosial dan Pendidikan dari Charity Night
Dalam sambutannya, Hasto Wardoyo menjelaskan bahwa dana yang diperoleh dari Charity Night akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, termasuk program bakti sosial, gotong royong, bantuan untuk bedah rumah, serta pembiayaan pendidikan bagi anak-anak yang menghadapi kesulitan finansial. Ini menunjukkan komitmen festival untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
Apresiasi untuk Kustomfest yang Ke-15
Wali Kota Hasto memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi penyelenggaraan KUSTOMFEST yang kini memasuki tahun ke-15. Ia menilai, perjalanan festival ini mencerminkan proses eksperimen yang penuh keberanian dan pengalaman dalam membangun ekosistem kreatif di Yogyakarta.
Energi dan Daya Dukung dalam Industri Kreatif
“High octane bukan hanya sekadar berbicara tentang mesin, tetapi juga menggambarkan energi dan dukungan yang diperlukan untuk terus berinovasi,” ujar Hasto. Pernyataan ini menekankan pentingnya industri kreatif untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi yang erat antara komunitas, pelaku industri, dan pemerintah.
Tagline “Otentik Konkret” Kustomfest 2026
Tagline KUSTOMFEST 2026, “Otentik Konkret”, mencerminkan komitmen festival untuk menghadirkan karya seni, budaya, dan kreativitas yang nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat Yogyakarta. Hasto menekankan pentingnya dampak yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui kegiatan yang diadakan.
Mendorong Generasi Muda untuk Berkarya
Hasto juga menekankan perlunya generasi muda untuk berani menciptakan karya-karya mereka sendiri, bukan hanya menjadi penikmat. Ia mendorong pemanfaatan teknologi, penguasaan teknik, perluasan jaringan, dan keberanian untuk memulai usaha dari skala kecil sebagai bekal penting dalam mengembangkan potensi di industri kreatif.
Pentingnya Inovasi dan Kualitas
“Jangan hanya menjadi penonton, tetapi mulailah menciptakan karya. Gunakan teknologi, kuasai teknik, bangun jejaring, dan jangan takut untuk memulai dari yang kecil,” ungkapnya. Menurut Hasto, industri besar dapat tumbuh dari ruang kerja sederhana jika dikelola secara konsisten dengan fokus pada kualitas.
Menumbuhkan Pelaku Kreatif di Yogyakarta
Harapannya, semakin banyak anak muda Yogyakarta yang akan tumbuh menjadi pelaku, pemimpin, dan penerus industri kreatif nasional. KUSTOMFEST menjadi salah satu wadah untuk menginspirasi generasi muda agar berani mengambil langkah dalam dunia kreativitas dan industri otomotif.
Persembahan Musik dan Hiburan di KUSTOMFEST 2026
Selain menampilkan ratusan kendaraan modifikasi, KUSTOMFEST 2026 juga menghadirkan penampilan sejumlah musisi dan band ternama. Di antara mereka adalah Kelompok Penerbang Roket, MCPR, Black Horses, Soloensis, Serigala Malam (SM), D.P.M.B, Rebellion Rose, Morfem, dan Seringai, yang akan menambah semarak festival ini.
Perjalanan 15 Tahun KUSTOMFEST
Direktur KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi, menyatakan bahwa perjalanan festival selama 15 tahun ini merupakan upaya berkelanjutan untuk mempertahankan semangat berkarya di tengah dinamika perkembangan dunia otomotif, budaya, dan ekonomi kreatif. Ia menekankan pentingnya menjaga inovasi dan kreativitas dalam industri yang terus berubah.
Tema HIGH OCTANE sebagai Respons terhadap Tantangan
Lulut menjelaskan bahwa tema “HIGH OCTANE” dipilih untuk merespons tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri kustom. Mereka harus bersaing dengan produk komponen kustom yang diproduksi secara massal dari luar negeri, yang seringkali menawarkan harga lebih murah.
Strategi untuk Menghidupkan Kembali Mesin Kustom
“Kami di Kustomfest berpikir bagaimana cara menghidupkan kembali mesin kustom ini dengan menginjeksi bahan bakar beroktan tinggi, sehingga performanya bisa optimal,” jelasnya. Dengan tagline KUSTOMFEST 2026, “High Octane”, festival ini berupaya untuk memaksimalkan potensi kreatif dalam industri otomotif.
Melalui KUSTOMFEST 2026, diharapkan dapat terjalin sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas. Event ini bukan hanya sekadar festival, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk memberdayakan masyarakat dan merayakan kekayaan budaya serta kreativitas yang ada di Yogyakarta. Dengan dukungan dana yang berhasil dihimpun, diharapkan program-program sosial dan pendidikan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
➡️ Baca Juga: Pemerintah Saudi Implementasikan Lampu Cerdas untuk Tingkatkan Kewaspadaan Pengemudi Haji
➡️ Baca Juga: Aplikasi Viral untuk Membantu Menata Kebiasaan Digital dengan Lebih Sehat dan Konsisten
