Menjaga laut bukanlah tugas yang hanya dapat dilakukan oleh para aktivis lingkungan atau ilmuwan. Ternyata, tindakan sederhana seperti mengingatkan teman untuk tidak membuang sampah sembarangan dapat menjadi langkah awal yang signifikan. Di SD Negeri Sarang Tiung, Kotabaru, Kalimantan Selatan, sikap saling mengingatkan di antara siswa telah menjadi budaya baru yang membanggakan. Ibu Kusriati, seorang guru di sekolah tersebut, menyatakan bahwa kini para siswa aktif menegur satu sama lain dan bahkan menerapkan kebiasaan baik ini di rumah. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dapat menjadi cikal bakal untuk menjaga kelestarian laut dan lingkungan hidup secara lebih luas.
Literasi Laut: Awal Perubahan dari Anak Pesisir
SDN Sarang Tiung merupakan salah satu dari 61 sekolah pesisir yang berpartisipasi dalam program Ocean LiteraSEA, sebuah inisiatif yang digagas oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) bekerja sama dengan Inovasi Muda. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan membangun kebiasaan baik di kalangan siswa. Dengan mengedukasi anak-anak tentang pentingnya menjaga laut, program ini berupaya menciptakan generasi yang peduli dan berkomitmen terhadap keberlanjutan ekosistem laut.
Perubahan yang terlihat di SDN Sarang Tiung merupakan salah satu dari banyak contoh bagaimana program Ocean LiteraSEA berhasil menginspirasi anak-anak pesisir. Edukasi yang diberikan tidak hanya meliputi pengetahuan dasar tentang ekosistem laut, tetapi juga menciptakan kesadaran akan tanggung jawab mereka terhadap lingkungan. Generasi muda ini diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menjaga laut dan sumber daya alam yang ada di sekitarnya.
Pentingnya Edukasi Laut
Chairwoman Inovasi Muda, Restu Andini, menekankan bahwa menjaga laut melampaui sekadar membersihkan sampah di pesisir. Hal ini juga mencakup pemahaman mendalam tentang ekosistem laut dan keberlanjutannya. Ocean LiteraSEA hadir sebagai jembatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, terutama anak-anak di daerah pesisir, mengenai pentingnya menjaga laut. Restu menjelaskan bahwa literasi laut merupakan langkah awal untuk memperkenalkan berbagai peluang dan keterampilan yang relevan dengan masa depan.
- Memahami ekosistem laut secara utuh.
- Membangun kesadaran akan tanggung jawab lingkungan.
- Mendorong aksi nyata dalam menjaga kebersihan pesisir.
- Menciptakan keterampilan yang berguna di dunia kerja.
- Menumbuhkan rasa peduli terhadap keberlanjutan laut.
Menciptakan Generasi Penerus yang Peduli Laut
Sejak diluncurkan pada tahun 2023, Ocean LiteraSEA telah berhasil menjangkau 61 sekolah pesisir dan melibatkan lebih dari 3.600 siswa. Program ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga telah menghasilkan 41 guru yang tersertifikasi. Selain itu, revitalisasi 25 perpustakaan dan pengurangan 3,86 ton sampah menunjukkan dampak positif dari program ini di komunitas pesisir.
Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan bahwa Ocean LiteraSEA merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PIS untuk membangun masyarakat pesisir melalui edukasi dan aksi nyata dalam menjaga laut. Vega menjelaskan, “Kami berusaha menyiapkan generasi yang akan menjaga laut di masa depan. Generasi ini diharapkan dapat mengambil keputusan yang bijaksana, memimpin perubahan, dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.”
Investasi pada Generasi Muda
Bagi PT Pertamina International Shipping, upaya menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab bisnis, tetapi juga bagian dari investasi sosial. Dengan memberikan beasiswa kepada 15 pelaut muda dan mengedukasi anak-anak tentang laut, perusahaan berupaya membangun fondasi yang kuat untuk masa depan ekosistem maritim. Vega berharap bahwa anak-anak yang saat ini belajar tentang laut dan lingkungan akan tumbuh menjadi pahlawan bagi kelestarian laut Indonesia.
Peran Penting Komunitas dalam Menjaga Laut
Keterlibatan komunitas sangat penting dalam upaya menjaga laut. Program Ocean LiteraSEA tidak hanya menyasar siswa di sekolah, tetapi juga melibatkan orang tua dan masyarakat sekitar. Dengan menciptakan kesadaran kolektif, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang mendukung upaya menjaga kebersihan dan kelestarian laut.
Langkah-langkah yang dapat diambil oleh komunitas untuk menjaga laut antara lain:
- Mengadakan kegiatan bersih-bersih pantai secara rutin.
- Membuat kampanye kesadaran mengenai dampak sampah terhadap ekosistem laut.
- Melibatkan anak-anak dalam kegiatan edukatif tentang laut.
- Mendorong penggunaan bahan ramah lingkungan di kalangan masyarakat.
- Membangun kemitraan dengan organisasi lingkungan untuk program pelestarian.
Menjadi Teladan bagi Generasi Selanjutnya
Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga laut. Dengan menjadi teladan dalam perilaku yang baik, kita dapat menginspirasi generasi selanjutnya untuk mencintai dan menjaga lingkungan. Edukasi yang diberikan kepada anak-anak akan membentuk pola pikir dan perilaku mereka di masa depan.
Restu Andini menegaskan bahwa program Ocean LiteraSEA dirancang untuk menciptakan anak-anak yang tidak hanya tahu tentang laut tetapi juga peduli dan mau bertindak. “Kami berharap anak-anak yang hari ini belajar mengenal laut, membersihkan pesisir, dan berani mengingatkan temannya untuk menjaga lingkungan, adalah pahlawan untuk kelestarian laut Indonesia,” ujarnya.
Kesimpulan: Menjaga Laut, Tanggung Jawab Bersama
Menjaga laut adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan melibatkan anak-anak dan komunitas dalam program edukasi seperti Ocean LiteraSEA, kita tidak hanya mengajarkan mereka tentang pentingnya menjaga laut, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Setiap langkah kecil yang diambil hari ini akan berdampak besar pada kelestarian lingkungan di masa depan. Mari kita bersama-sama menjaga laut untuk generasi yang akan datang.
➡️ Baca Juga: Memahami Fenomena “Gym Intimidation” dan Dampaknya
➡️ Baca Juga: Harga Solar dan Pertamax Turbo Naik Lagi: Isi Full Tank Kini Semakin Mahal!
