Pemerintah Kota Bima tengah merancang sebuah langkah strategis dengan mengajukan anggaran sebesar Rp 6,1 miliar kepada Kementerian Perdagangan. Usulan ini bertujuan untuk mengubah kawasan bekas Terminal Paruga menjadi pasar rakyat yang lebih representatif pada tahun 2027. Langkah ini bukan hanya sekadar revitalisasi fisik, tetapi juga sebagai upaya untuk mendukung perekonomian lokal dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pedagang serta konsumen.
Usulan Anggaran untuk Revitalisasi
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima, Ruslan, menjelaskan bahwa proposal ini diajukan melalui skema Dana Tugas Pembantuan dari Kementerian Perdagangan untuk Tahun Anggaran 2027. Pengajuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi aset yang ada.
“Setelah melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi pasar bekas terminal, kami berkoordinasi dan mengkomunikasikan rencana pembangunan ini kepada pihak Kementerian Perdagangan,” ungkap Ruslan dalam sebuah pernyataan di Kota Bima.
Proses Pengajuan yang Telah Dilalui
Pengajuan dana Rp 6,1 miliar ini adalah hasil dari peninjauan yang dilakukan pada 14 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan rencana pembangunan yang lebih terstruktur kepada Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah Kota Bima dalam mengembangkan kawasan tersebut menjadi lebih baik.
Menurut Ruslan, kondisi bekas terminal tersebut sangat layak untuk dikembangkan menjadi pasar rakyat yang akan menjadi pusat aktivitas perdagangan bagi masyarakat. Revitalisasi ini diharapkan dapat menciptakan suasana berbelanja yang lebih nyaman dan teratur.
Pemanfaatan Aset yang Optimal
Salah satu tujuan utama dari pengembangan kawasan ini adalah untuk mengoptimalkan aset pemerintah daerah yang saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan demikian, diharapkan akan tersedia fasilitas perdagangan yang lebih memadai bagi para pedagang dan konsumen.
- Meningkatkan aksesibilitas bagi para pedagang dan pembeli
- Menyediakan fasilitas yang lebih baik untuk kegiatan jual beli
- Menumbuhkan perekonomian lokal melalui perdagangan yang teratur
- Memanfaatkan lahan yang tidak terpakai secara produktif
- Mendukung perkembangan sektor UMKM di Kota Bima
Ruslan menambahkan bahwa lokasi bekas Terminal Paruga memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi pasar yang representatif. Dengan infrastruktur yang tepat, kawasan ini bisa menjadi pusat ekonomi yang mendukung pertumbuhan usaha lokal.
Tujuan Revitalisasi untuk Masyarakat
Pembangunan pasar rakyat ini diarahkan untuk mendukung aktivitas jual beli masyarakat dengan penyediaan sarana perdagangan yang lebih tertata. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pemanfaatan aset.
Dengan adanya pasar yang terorganisir, diharapkan para pedagang akan lebih mudah dalam memasuki pasar dan menjangkau pelanggan. Hal ini juga akan berdampak positif terhadap kegiatan ekonomi masyarakat yang lebih luas di sekitar kawasan tersebut.
Proses Tindak Lanjut Proposal
Walau rencana pembangunan pasar rakyat ini masih dalam tahap pengajuan anggaran kepada pemerintah pusat, realisasi proyek ini sangat bergantung pada tindak lanjut proposal dan dukungan pendanaan melalui Dana Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan pada tahun 2027.
Diskoperindag Kota Bima berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak-pihak terkait guna mendorong kelancaran proses tindak lanjut atas usulan ini. Ruslan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam merealisasikan rencana ini.
Koordinasi dan Kolaborasi
“Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, baik di tingkat pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” tambahnya. Melalui sinergi yang kuat antar lembaga, diharapkan semua langkah untuk merealisasikan pembangunan pasar rakyat ini dapat berjalan sesuai rencana.
Pemerintah Kota Bima optimis bahwa usulan anggaran sebesar Rp 6,1 miliar ini akan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Dengan dukungan yang tepat, pembangunan pasar rakyat di bekas Terminal Paruga dapat terwujud dan membawa dampak positif untuk pengembangan sarana perdagangan serta optimalisasi aset daerah.
Manfaat Revitalisasi bagi Ekonomi Lokal
Revitalisasi lahan Paruga menjadi pasar rakyat tidak hanya akan menciptakan ruang perdagangan yang lebih baik, tetapi juga akan memberikan manfaat langsung bagi perekonomian lokal. Pengembangan ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
- Menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar
- Memberikan peluang usaha bagi pedagang lokal
- Meningkatkan potensi pendapatan daerah dari sektor pajak
- Memperkuat jaringan distribusi barang dan jasa
- Menarik perhatian wisatawan dan pembeli dari luar daerah
Dengan demikian, revitalisasi lahan Paruga menjadi pasar rakyat merupakan langkah strategis yang tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga untuk jangka panjang bagi masyarakat Kota Bima. Pemerintah daerah berharap bahwa semua pihak dapat mendukung realisasi proyek ini demi kebaikan bersama.
Peluang untuk UMKM
Pasar rakyat yang akan dibangun ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang. Dengan adanya tempat yang layak untuk berjualan, para pelaku UMKM bisa lebih mudah mengakses pasar dan menjual produk mereka kepada masyarakat.
Revitalisasi ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan para pelaku usaha kecil dan menengah, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian di Kota Bima. Dengan dukungan infrastruktur yang baik, diharapkan UMKM dapat tumbuh dan bersaing dengan pelaku usaha lainnya.
Strategi Pemasaran yang Efektif
Selain menyediakan fasilitas yang memadai, pemerintah daerah juga berencana untuk melaksanakan strategi pemasaran yang efektif. Ini penting untuk menarik lebih banyak pengunjung ke pasar rakyat yang baru. Salah satu langkah yang akan diambil adalah melakukan promosi melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan kampanye lokal.
- Menggunakan media sosial untuk promosi pasar
- Melibatkan komunitas lokal dalam kegiatan pemasaran
- Mengadakan acara khusus untuk menarik pengunjung
- Menawarkan promo menarik bagi pembeli
- Berkerjasama dengan influencer lokal untuk meningkatkan visibilitas
Dengan pendekatan ini, diharapkan pasar rakyat yang baru dapat menjadi destinasi pilihan bagi warga Kota Bima dan sekitarnya. Hal ini akan meningkatkan daya tarik pasar serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara keseluruhan.
Kesimpulan dari Upaya Revitalisasi
Pemerintah Kota Bima melalui Diskoperindag berkomitmen untuk mewujudkan rencana revitalisasi lahan Paruga menjadi pasar rakyat yang representatif. Dengan pengajuan dana sebesar Rp 6,1 miliar, diharapkan semua proses dapat berjalan lancar dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Revitalisasi ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan langkah strategis untuk memajukan perekonomian daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang. Dengan adanya dukungan dari semua pihak, cita-cita ini dapat terwujud demi masa depan yang lebih baik bagi Kota Bima.
➡️ Baca Juga: Barca Siap Menghadapi Tantangan di Liga Champions Musim Ini
➡️ Baca Juga: Emas Antam Hari Ini Alami Penurunan Rp44.000 Menjadi Rp2,840 Juta per Gram
