Peningkatan kualitas produk kelautan dan perikanan di Indonesia merupakan tantangan yang dihadapi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dalam rangka menangani isu ini, KKP telah menggelar Kick Off Meeting untuk Penyusunan Standar Mutu dan Perangkat Pelatihan Sistem Jaminan Mutu (SISJAMU). Acara yang berlangsung pada Kamis, 9 April 2026, di Kantor Pusat BPPSDM KP, Jakarta, menandai langkah awal yang penting dalam memperkuat sistem pelatihan berbasis kompetensi. Tujuannya adalah untuk mendukung implementasi sistem jaminan mutu hasil kelautan dan perikanan secara nasional, yang sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Peran Penting Standar Jaminan Mutu KKP
Dalam sambutannya, Joni Haryadi D, yang mewakili Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), menekankan bahwa sistem jaminan mutu adalah fondasi krusial untuk membangun sektor kelautan dan perikanan yang berdaya saing di pasar internasional. Mutu produk perikanan berpengaruh besar tidak hanya terhadap keamanan pangan, tetapi juga berperan sebagai kunci utama untuk daya saing Indonesia di pasar global. Oleh karena itu, kualitas produk ini menjadi sangat penting untuk keberlanjutan industri perikanan di tanah air.
Pentingnya Sumber Daya Manusia dalam Sistem Jaminan Mutu
Joni juga menyoroti bahwa keberhasilan sistem jaminan mutu sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelolanya. Penguatan SDM melalui pelatihan yang terstruktur dan berbasis standar kompetensi sangat diperlukan. Pelatihan ini harus selaras dengan kebutuhan industri serta standar internasional untuk memastikan bahwa SDM yang terlatih mampu menjalankan sistem jaminan mutu secara konsisten.
Penguatan SDM Melalui Pelatihan Terstruktur
“Standar yang baik, regulasi yang kuat, dan sarana prasarana yang memadai tidak akan optimal tanpa SDM yang kompeten. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat SDM di bidang sistem jaminan mutu melalui pelatihan yang terstruktur, berbasis pada standar kompetensi, dan terintegrasi dengan kebutuhan industri serta standar internasional,” tambahnya.
Kolaborasi dengan Mitra Internasional
Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi antara KKP dan mitra internasional, terutama dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) melalui program Global Quality and Standards Programme (GQSP). Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat dihasilkan standar pelatihan yang tidak hanya relevan di dalam negeri, tetapi juga diakui secara internasional, sehingga dapat meningkatkan kualitas produk kelautan dan perikanan Indonesia.
Prinsip Penyusunan Perangkat Pelatihan SISJAMU
Joni menggarisbawahi empat prinsip utama dalam penyusunan perangkat pelatihan SISJAMU. Prinsip-prinsip tersebut meliputi:
- Berbasis pada kebutuhan industri
- Disusun secara berjenjang, dari operator hingga manajer
- Selaras dengan standar nasional dan internasional seperti HACCP dan GMP
- Dilaksanakan secara kolaboratif lintas unit
Deskripsi Sistem Jaminan Mutu
SISJAMU sendiri merupakan sistem pengendalian mutu produk kelautan dan perikanan yang mencakup seluruh proses, mulai dari tahap pra-produksi hingga pemasaran, sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 8 Tahun 2024. Implementasi sistem ini memerlukan sinergi antara Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) dengan unit teknis terkait, serta BPPSDM KP dalam usaha memperkuat kapasitas SDM. Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP) berperan sebagai koordinator dalam penyusunan perangkat pelatihan yang berbasis pada standar kompetensi dan okupasi.
Komponen Perangkat Pelatihan SISJAMU
Perangkat pelatihan yang disusun oleh KKP mencakup tujuh komponen utama, yang meliputi:
- Standar kompetensi acuan
- Garis-Garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) / Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
- Struktur kurikulum
- Modul pembelajaran
- Sistem evaluasi dan mekanisme penjaminan mutu
Sektor Prioritas dalam Pengembangan SISJAMU
Sektor-sektor prioritas untuk pengembangan SISJAMU antara lain:
- Budi daya perikanan (CBIB, CPIB, CPPIB)
- Pembuatan dan distribusi obat ikan (CPOIB, CDOIB)
- Rumput laut (CBRLB, CPRLB)
- Pengolahan dan pemasaran (SKP, HACCP, SPDI)
Sinergi dalam Penyusunan Perangkat Pelatihan
Penyusunan perangkat pelatihan SISJAMU dilakukan secara sinergis antara tenaga ahli dari UNIDO/GQSP, Puslat KP sebagai koordinator, direktorat teknis KKP sebagai validator substansi, serta para instruktur. Proses ini telah dimulai sejak rapat koordinasi awal dan pembahasan teknis yang berlangsung pada 30 Maret 2026, dan secara resmi memasuki tahap implementasi sejak Kick Off Meeting pada 9 April 2026.
Rencana Kegiatan Pasca Kick Off Meeting
Setelah Kick Off Meeting, kegiatan selanjutnya akan meliputi penyusunan dan finalisasi kurikulum serta modul, identifikasi kebutuhan peserta Training of Trainers (ToT), pelaksanaan ToT, hingga pelaporan akhir dan grand launching yang direncanakan dalam beberapa bulan mendatang.
Harapan untuk Sistem Pelatihan Mutu
Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tercapai kesepahaman bersama mengenai arah, ruang lingkup, tahapan, serta timeline penyusunan perangkat pelatihan SISJAMU. Selain itu, diharapkan sinergi yang kuat dapat terbangun antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan mitra internasional, sehingga Indonesia mampu menciptakan ekosistem SDM yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global di bidang kelautan dan perikanan.
“Jika sistem pelatihan mutu ini dapat dibangun dengan baik, maka ke depan kita akan memiliki SDM yang mampu mendukung peningkatan kualitas produk, mendorong ekspor, serta memperkuat pembangunan ekonomi biru nasional,” tutup Joni Haryadi D.
➡️ Baca Juga: Penularan Kutu Rambut pada Anak: Gejala Penting yang Harus Diketahui Orang Tua
➡️ Baca Juga: Persiapan Profesional Klub Sepak Bola untuk Menghadapi Turnamen Internasional
