Pesan Emil Dardak untuk Orang Tua Maba ITS: Pentingnya Komunikasi dengan Anak

Jakarta – Dalam sebuah pernyataan yang menggugah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengingatkan para orang tua mahasiswa baru (maba) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengenai pentingnya memberikan dukungan berkesinambungan kepada anak-anak mereka selama menjalani pendidikan tinggi. Emil menegaskan bahwa keberhasilan generasi muda tidak hanya dipengaruhi oleh proses akademik yang mereka jalani di kampus, tetapi juga sangat bergantung pada dukungan yang diberikan oleh keluarga. Memasuki fase kehidupan sebagai mahasiswa adalah momen krusial yang memerlukan kepercayaan dan pendampingan dari orang tua.

Peran Orang Tua dalam Perjalanan Pendidikan

Saat anak-anak beralih menjadi mahasiswa, orang tua dihadapkan pada tantangan untuk memberikan ruang bagi anak agar bisa belajar mandiri. Namun, Emil mengingatkan bahwa penting untuk tidak membiarkan ruang tersebut mengakibatkan terputusnya komunikasi antara anak dan orang tua. “Jangan sampai komunikasi menjadi terabaikan,” ungkap Emil saat berbicara dalam acara Pertemuan Orang Tua Mahasiswa Baru 2026 ITS yang diadakan oleh Ikatan Orang Tua Mahasiswa (Ikoma) ITS.

Komunikasi yang Berkelanjutan

Emil menekankan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting untuk mendukung keberhasilan pendidikan. Meskipun memberikan kebebasan kepada anak untuk mengeksplorasi dan belajar mandiri adalah langkah yang tepat, orang tua tetap harus menjalankan peran aktif dalam menjalin komunikasi yang terbuka.

Sinergi antara Keluarga dan Institusi Pendidikan

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menambahkan bahwa pertemuan ini merupakan kesempatan bagi orang tua untuk lebih mengenal lingkungan akademik di ITS. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan keluarga sangat penting dalam mendukung perjalanan pendidikan mahasiswa. “Kami ingin orang tua menyadari bahwa pendidikan di ITS adalah proses yang memerlukan dukungan bersama,” jelasnya.

Kepercayaan sebagai Fondasi

Bambang juga menggarisbawahi pentingnya memberikan kepercayaan kepada mahasiswa selama mereka menjalani proses pembelajaran dan pengembangan diri di ITS. Ia berharap orang tua dapat berperan sebagai mitra bagi institusi dalam mendampingi mahasiswa. “Berikan kepercayaan kepada mereka untuk mengeksplorasi potensi diri dan mengikuti berbagai kegiatan positif,” tegasnya.

Perubahan Status: Dari Anak Menjadi Mahasiswa

Ketua Ikoma ITS, Wahid Wahyudi, juga menekankan bahwa masa perkuliahan adalah tahap baru dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan perubahan status menjadi mahasiswa, peran keluarga sebagai sumber dukungan tetap tidak boleh hilang. “Orang tua harus tetap ada sebagai tempat berdiskusi dan memberikan dukungan,” ujarnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun anak-anak telah memasuki dunia perguruan tinggi, mereka masih sangat membutuhkan bimbingan dan dukungan dari orang tua.

Pentingnya Diskusi Keluarga

Dengan adanya komunikasi yang baik, keluarga dapat berfungsi sebagai sistem dukungan yang kuat. Diskusi yang rutin antara orang tua dan anak dapat membantu mahasiswa untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul di lingkungan akademik. Beberapa cara untuk meningkatkan komunikasi ini antara lain:

Komunikasi Sebagai Kunci Sukses

Komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak adalah kunci untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan kampus. Dengan berbagi harapan, kekhawatiran, dan pencapaian, orang tua dapat memastikan bahwa anak-anak mereka merasa didukung dan dipahami.

Pentingnya Dukungan Emosional

Dalam menghadapi stres dan tekanan akademik, dukungan emosional dari orang tua menjadi sangat penting. Mahasiswa sering kali mengalami perubahan besar dalam hidup mereka, dan memiliki tempat untuk pulang yang aman dan mendukung dapat membuat perbedaan besar dalam perjalanan pendidikan mereka.

Membangun Kepercayaan Diri Anak

Dengan membangun komunikasi yang sehat, orang tua juga berperan dalam meningkatkan rasa percaya diri anak. Ketika anak merasa didukung, mereka lebih cenderung untuk mengambil inisiatif dalam pendidikan mereka dan mengeksplorasi potensi diri mereka.

Memberdayakan Mahasiswa untuk Berinovasi

Mahasiswa yang merasa didengar dan dipahami cenderung berinovasi dan mengambil risiko dalam pembelajaran mereka. Ini adalah kesempatan bagi anak untuk mencari tahu minat dan bakat mereka. Orang tua dapat memfasilitasi proses ini dengan cara:

Pentingnya Keterlibatan Orang Tua

Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga dapat memperkuat ikatan keluarga. Dengan terlibat dalam perjalanan pendidikan anak, orang tua dapat menunjukkan bahwa mereka peduli dan mendukung setiap langkah yang diambil anak mereka.

Membangun Hubungan yang Sehat

Hubungan yang sehat antara orang tua dan anak dapat mengurangi rasa stres dan meningkatkan semangat belajar. Dengan menciptakan lingkungan yang positif dan suportif, anak-anak dapat merasa lebih nyaman untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi.

Kesimpulan

Melalui komunikasi yang berkelanjutan dan dukungan dari orang tua, mahasiswa baru di ITS dapat menjalani perjalanan pendidikan mereka dengan lebih percaya diri dan sukses. Mengingat pentingnya peran orang tua, diharapkan mereka dapat menjadi mitra yang aktif dalam mendukung pendidikan anak mereka dan membantu mereka mencapai potensi terbaik.

➡️ Baca Juga: Larangan Vape Untuk Lindungi Generasi Muda, Komisi IX DPR Serius Pertimbangkan Kebijakan Ini

➡️ Baca Juga: Listrik di Indiana Terputus Selama 10 Hari Setelah Badai Besar Melanda

Exit mobile version