Jakarta – Abdul Kadir Karding adalah sosok yang dikenal luas dalam dunia politik Indonesia, khususnya sebagai anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dengan pengalaman yang mumpuni di dunia legislasi, ia baru-baru ini diangkat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) di Istana Negara pada tanggal 27 April. Peran barunya ini menandai babak baru dalam karir politiknya setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun di parlemen.
Perjalanan Karir di Dunia Politik
Abdul Kadir Karding memiliki perjalanan yang cukup panjang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan masa jabatan yang mencakup tiga periode, yaitu dari 2009 hingga 2024. Selama waktu tersebut, ia tidak hanya menjadi anggota legislatif, tetapi juga berperan aktif dalam berbagai diskusi mengenai kebijakan publik, terutama yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan perlindungan bagi pekerja migran.
Pengalaman ini menjadi landasan penting yang membawanya ke posisi Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Jabatan ini memberikan Karding kesempatan untuk lebih dalam memahami tantangan yang dihadapi pekerja migran di Indonesia, meskipun ia harus mengalami pergantian posisi pada tahun 2025.
Latar Belakang Pendidikan dan Kader Partai
Karding lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 25 Maret 1973. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Diponegoro, di mana ia meraih gelar sarjana serta magister. Pendidikan yang kuat ini menjadi salah satu pondasi yang mendukung karir politiknya.
Sebagai kader senior PKB, Karding telah menunjukkan komitmen yang tinggi di tingkat nasional. Keterlibatannya dalam partai ini membawa banyak pengalaman berharga yang kini diterapkan dalam kepemimpinannya di Badan Karantina Indonesia.
Peran Badan Karantina Indonesia
Memimpin Badan Karantina Indonesia adalah tanggung jawab besar bagi Karding. Lembaga ini memiliki peran strategis dalam mengawasi lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan di seluruh Indonesia. Dengan latar belakang dan pengalaman yang dimilikinya, Karding diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar sektor dalam sistem karantina nasional serta menjaga kelancaran arus perdagangan komoditas.
Barantin juga bertindak sebagai garda terdepan dalam menjaga biosekuriti nasional dan mendukung ketahanan pangan. Tugas ini sangat vital, terutama di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian dan pangan di Indonesia.
Fokus dan Komitmen dalam Pengawasan Karantina
Abdul Kadir Karding menyatakan kesiapan untuk menjalankan amanah barunya dari Presiden Prabowo Subianto, dengan komitmen untuk memperkuat pengawasan karantina di seluruh Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan terhadap kesehatan hewan dan tumbuhan dengan kelancaran arus perdagangan.
Menurut Karding, Badan Karantina Indonesia merupakan lembaga baru yang dibentuk untuk memastikan bahwa penyakit dan organisme pembawa penyakit pada hewan dan tumbuhan, terutama yang berasal dari luar negeri, tidak masuk ke wilayah Indonesia. Hal ini sangat penting untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat.
Pentingnya Pengawasan yang Seimbang
Dalam menjalankan tugasnya, Karding menegaskan bahwa pengawasan karantina harus diperketat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa perlu ada keseimbangan agar tidak menghambat aktivitas ekonomi nasional. Pengetatan pengawasan tidak boleh menyebabkan keterlambatan dalam proses ekspor dan impor, yang pada gilirannya dapat berdampak negatif pada perekonomian.
- Pengawasan ketat terhadap penyakit hewan dan tumbuhan yang masuk.
- Memastikan kelancaran arus perdagangan di sektor komoditas.
- Membangun koordinasi antar sektor terkait pengawasan karantina.
- Menjaga biosekuriti nasional untuk melindungi ekosistem.
- Mendukung ketahanan pangan dengan pengawasan yang efektif.
Karding menekankan bahwa langkah-langkah pengawasan harus dilakukan dengan hati-hati. Ia menjelaskan bahwa penting untuk tidak sampai pengawasan yang ketat mengganggu proses ekspor-impor yang berjalan, agar tidak berdampak pada perekonomian nasional.
Dengan pengalaman dan pengetahuan yang mendalam tentang isu-isu ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja migran, Karding diharapkan mampu memimpin Badan Karantina Indonesia dengan baik. Harapannya, ia dapat menciptakan sistem karantina yang efektif dan efisien, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan internasional.
Melalui pendekatan yang baik antara pengawasan dan kelancaran perdagangan, Karding berkomitmen untuk menjaga kesehatan ekosistem Indonesia sambil mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan arus perdagangan yang lancar, diharapkan Indonesia dapat mencapai tujuan ketahanan pangan dan keamanan nasional yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: LVRI Melatih Guru di Kalsel untuk Menjadi Sosialisator Nilai Juang 1945
➡️ Baca Juga: Rachel Mengungkap Masalah Komunikasi dengan Okin: Sebuah Analisis Mendalam
