Program Cek Kesehatan Gratis di Kalimantan Barat Raih 970.009 Peserta Terdaftar

Pontianak – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) telah berhasil menjaring sebanyak 970.009 peserta terdaftar. Angka ini mencakup sekitar 16,7 persen dari total target yang ditetapkan sebesar 5.812.914 orang, dengan batas waktu hingga 11 September 2026.

Peningkatan Peserta CKG di Kalimantan Barat

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalbar, Triyanto, menegaskan bahwa meskipun pencapaian saat ini cukup signifikan, masih diperlukan upaya lebih untuk mencapai target CKG yang diharapkan pada tahun 2026. Tahun ini, target peserta CKG ditetapkan sebanyak 2.673.940 orang, yang setara dengan 46 persen dari jumlah sasaran keseluruhan.

Mendorong Peningkatan Layanan dan Akses

Triyanto menyampaikan pentingnya dorongan lebih lanjut untuk program CKG melalui peningkatan layanan dan perluasan akses. Upaya ini krusial agar angka partisipasi dapat meningkat dan mendekati target yang telah ditetapkan untuk tahun 2026.

Distribusi Peserta CKG di Berbagai Kabupaten

Dalam analisis capaian program, Kabupaten Sambas mencatatkan angka partisipasi tertinggi, yaitu 35,7 persen, dengan total 237.651 peserta. Diikuti oleh Kabupaten Ketapang yang mencapai 27,9 persen dengan 170.749 peserta, serta Kabupaten Kubu Raya dan Kota Singkawang yang masing-masing mencapai 19 persen (127.252 peserta) dan 19,4 persen (49.609 peserta).

Statistik Partisipasi CKG di Kabupaten Lain

Berikut adalah rincian partisipasi CKG di beberapa kabupaten lainnya:

Kota Pontianak juga berkontribusi dengan 8,2 persen (56.650 peserta), sedangkan Kabupaten Melawi, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Sintang masing-masing mencatatkan partisipasi 7,9 persen (19.769 orang), 6,7 persen (34.793 orang), dan 4,4 persen (20.056 orang).

Strategi Percepatan CKG

Triyanto menjelaskan bahwa untuk meningkatkan partisipasi, perlu ada sejumlah strategi yang diterapkan. Salah satunya adalah menyelesaikan tunggakan data atau data entry melalui pendampingan yang dilakukan di puskesmas.

Peluasan Layanan CKG

Selain itu, pengembangan layanan CKG juga harus dilakukan dengan memperluas akses ke berbagai lokasi, seperti tempat kerja, kantor pemerintah, perkebunan, pasar, dan pusat komunitas. Hal ini termasuk mengoptimalkan pelayanan pada akhir pekan untuk menjangkau lebih banyak peserta.

Kampanye dan Edukasi kepada Masyarakat

Penguatan kampanye dan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dari strategi ini. Hal ini harus diintegrasikan dengan layanan yang tersedia melalui Posyandu dan PAUD, terutama bagi bayi dan balita.

Inovasi Layanan dan Penetapan Target

Untuk mencapai target yang lebih baik, pendekatan layanan perlu diperluas melalui mobile screening dan layanan CKG massal di sekolah-sekolah. Penetapan target mingguan berbasis wilayah atau coverage area bagi setiap puskesmas juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan angka partisipasi.

Dengan adanya program Cek Kesehatan Gratis di Kalimantan Barat, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya kesehatan dan berpartisipasi aktif dalam program ini. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada jumlah peserta, tetapi juga pada kualitas pelayanan yang diberikan dan bagaimana masyarakat meresponsnya.

Secara keseluruhan, keberhasilan CKG di Kalimantan Barat merupakan langkah positif menuju peningkatan kesehatan masyarakat yang lebih baik. Dengan terus meningkatkan akses dan layanan, serta melibatkan masyarakat dalam program ini, diharapkan target-target yang ditetapkan dapat tercapai dan memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan publik di provinsi ini.

➡️ Baca Juga: Fakta Menarik Lee Heeseung: Seorang Idol yang Pernah Menolak 6 Agensi!

➡️ Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Armada untuk Memperkuat Distribusi BBM di Kalimantan Barat

Exit mobile version