Di tengah pesatnya perkembangan industri kuliner, terasi habang dari Bangka Selatan menciptakan sejarah yang luar biasa. Dengan melibatkan 300 peserta, mereka berhasil memproduksi 300 kilogram terasi dalam satu acara, menggunakan 100 lesung. Prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah pengakuan global yang mencerminkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi daerah tersebut.
Momen Bersejarah untuk Terasi Habang
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, mengungkapkan bahwa pencatatan rekor ini adalah langkah penting untuk mempromosikan terasi sebagai salah satu produk unggulan daerah. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang bagi terasi habang untuk menembus pasar internasional.
“Pencatatan rekor ini bukan hanya sekadar untuk meraih penghargaan dari MURI, tetapi juga sebagai titik tolak untuk mengembangkan potensi lain yang dapat menjadi ikon produk Bangka Selatan,” tutur Debby dalam acara tersebut.
Warisan Budaya yang Mendunia
Terasi, yang di daerah ini dikenal dengan sebutan belacan habang, telah diakui sebagai warisan budaya tak benda. Menurut Debby, pemilihan terasi sebagai produk unggulan mencerminkan identitas dan keunikan masyarakat Bangka Belitung.
“Kami ingin menegaskan bahwa terasi adalah bagian dari budaya kami, dan kami berkomitmen untuk menjaga serta mengembangkannya,” tambahnya.
Pemberdayaan Ekonomi Melalui Kegiatan Bersama
Dalam kegiatan ini, semua pelaku usaha terasi di Bangka Selatan turut berpartisipasi. Tujuannya adalah agar pencatatan rekor ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga memberikan dampak positif bagi para pengrajin terasi.
“Dengan melibatkan semua pelaku usaha, kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” ungkap Debby.
Pengembangan Pasar dan Pemasaran
Hasil dari pembuatan terasi sebanyak 300 kilogram tersebut langsung dibeli secara tunai oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Ini adalah langkah awal untuk memasarkan terasi tersebut ke pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami akan fokus pada penguatan pengemasan dan strategi pemasaran agar produk kita bisa bersaing di pasaran global,” kata Debby.
Edukasi dan Pemberdayaan UMKM
Kegiatan ini juga mencakup aspek edukasi keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama bagi pengrajin terasi. Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan di kalangan pelaku usaha.
“Kami bekerja sama dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan untuk memberikan pemahaman mengenai akses pembiayaan dan peralatan produksi yang dibutuhkan untuk pengembangan usaha,” jelas Eko.
Pentingnya Akses Pembiayaan
Pemberian edukasi tentang akses pembiayaan sangat penting bagi pengrajin terasi, agar mereka dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Beberapa poin penting yang ditekankan dalam edukasi tersebut adalah:
- Pemahaman tentang sumber pembiayaan yang tersedia.
- Strategi pengelolaan keuangan yang efektif.
- Peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi produksi.
- Pengembangan jaringan pemasaran.
- Kepentingan branding dan kemasan produk.
Verifikasi dan Pengakuan dari MURI
Perwakilan dari MURI, Luthfi, menyatakan bahwa rekor ini ditetapkan setelah mereka melakukan verifikasi terhadap proses pembuatan terasi yang melibatkan 300 peserta. Hal ini menjadi bukti bahwa belum ada kegiatan serupa di belahan dunia manapun yang melibatkan peserta sebanyak itu.
“MURI secara resmi mengakui kegiatan ini sebagai rekor pembuatan terasi belacan habang oleh peserta terbanyak di dunia,” ungkap Luthfi dengan bangga.
Sejarah Baru untuk Terasi Habang
Dengan pengakuan ini, terasi habang tidak hanya sekadar produk lokal, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah kuliner dunia. Hal ini menunjukkan bahwa dengan kerjasama dan semangat komunitas, sesuatu yang sederhana bisa menjadi luar biasa.
“Prestasi ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi dari semua pihak yang terlibat. Kami berharap ini menjadi motivasi bagi pengrajin lain untuk terus berinovasi dan berkreasi,” tutup Luthfi.
Dengan demikian, terasi habang dari Bangka Selatan menjadi simbol kekuatan budaya dan potensi ekonomi yang dapat bersaing di kancah global. Melalui langkah-langkah strategis dalam pemasaran dan pemberdayaan, terasi ini diharapkan dapat mengukir prestasi yang lebih besar di masa depan.
Prestasi ini bukan hanya untuk Bangka Selatan, tetapi juga untuk seluruh Indonesia sebagai negara yang kaya akan produk pangan khas yang memiliki cita rasa tinggi. Dengan terasi sebagai salah satu kekayaan kuliner, kita berharap dapat terus mempromosikan dan mempertahankan warisan budaya yang tak ternilai ini.
➡️ Baca Juga: Kiki Ucup Usia 4 Tahun Mempengaruhi Syahrini untuk Tampil di Pestapora, Lebih Menarik dari Sheila On 7
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Memanfaatkan Saham Teknologi Medis Global untuk Pertumbuhan Portofolio Anda
