Shuhei Yoshida Sarankan Developer Expedition 33 Hindari Sebutan “Turn Based RPG” untuk Game Mereka

Tahun 2025 menjadi tonggak bersejarah bagi Sandfall Interactive berkat keberhasilan game mereka, Clair Obscur Expedition 33. Game ini, yang tergolong dalam kategori turn based RPG, telah menerima berbagai pujian dari para gamer dan berhasil menyabet sejumlah penghargaan bergengsi.

Pujian dari Mantan Boss PlayStation

Keberhasilan Expedition 33 juga menarik perhatian Shuhei Yoshida, mantan presiden PlayStation, yang memberikan saran berharga kepada tim pengembang Sandfall Interactive. Yoshida menyarankan agar mereka tidak menggunakan label “turn based RPG” untuk game ini sebelum mencapai kesuksesan yang lebih besar. Apa sebenarnya alasan di balik saran tersebut?

Kronologi Saran Shuhei Yoshida

Dalam sebuah acara di Busan Indie Connect Festival 2026 yang diadakan di Korea Selatan, Shuhei Yoshida berbagi pengalamannya sebagai penasihat untuk Kepler Interactive, penerbit Clair Obscur Expedition 33. Dalam sesi tersebut, beliau menceritakan bagaimana ia diminta untuk memberikan masukan setelah mencoba demo game dua tahun sebelum peluncurannya.

Yoshida mengungkapkan kekagumannya terhadap sistem pertarungan yang dihadirkan dalam Expedition 33. Ia menilai bahwa mekanik permainan ini adalah kombinasi yang menarik antara turn-based JRPG dan aksi waktu nyata, mengingatkannya pada game klasik, The Legend of Dragoon, yang pernah ia produksi.

Rekomendasi Menghindari Label “Turn Based RPG”

Meskipun mendapat sambutan positif dari Yoshida, ia tetap menyarankan agar Sandfall Interactive tidak mencantumkan label turn based RPG pada game mereka. Mengapa demikian?

Alasan di Balik Saran Yoshida

Saran tersebut tidak muncul tanpa alasan. Menurut Yoshida, tren yang berkembang di industri RPG, khususnya yang mengusung sistem turn based, cenderung memiliki pandangan yang sudah ketinggalan zaman. Ia khawatir bahwa dengan menyebut Expedition 33 sebagai turn based RPG, gamer mungkin akan mengabaikannya karena stigma yang melekat pada genre tersebut.

Yoshida menyarankan agar pengembang mengganti istilah tersebut dengan frasa yang lebih segar, seperti “Reactive Turn-Based Battles.” Setelah peluncuran dan keberhasilan Clair Obscur Expedition 33, ia mencatat bahwa banyak pengembang dan penerbit mulai menerima istilah ini dengan lebih baik.

Pelajaran dari Pengalaman Yoshida

Dari pengalaman ini, Yoshida menekankan bahwa kesuksesan tidak selalu bergantung pada mengikuti tren pasar yang ada. Ia berharap bahwa pelajaran ini dapat menjadi inspirasi bagi para pengembang dan penerbit, terutama dalam komunitas game indie.

Secara keseluruhan, saran Yoshida kepada tim pengembang Expedition 33 tentang penggunaan istilah turn based RPG menjadi titik penting dalam diskusi tentang bagaimana cara memperkenalkan dan memasarkan sebuah game. Pendapatnya membuka wawasan baru mengenai persepsi gamer dan pentingnya inovasi dalam penamaan genre.

Apa pendapat Anda tentang saran Shuhei Yoshida ini? Apakah Anda setuju bahwa label turn based RPG dapat menjadi penghalang bagi game seperti Clair Obscur Expedition 33 untuk mendapatkan perhatian yang lebih luas? Mari kita diskusikan lebih lanjut.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Expedition 33 dan artikel menarik lainnya, silakan hubungi kami melalui email.

➡️ Baca Juga: Cek Penerima Bansos Cair April 2026 Secara Mudah di Situs Resmi Kemensos

➡️ Baca Juga: Daftar Lengkap Titik Pemberhentian Rute Mikrotrans JAK 06 dengan Beberapa Tambahan Baru

Exit mobile version