Dalam sebuah insiden yang mengguncang masyarakat lokal, seorang pelajar MTs dilaporkan tenggelam di Sungai Lematang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (8/9) dan menarik perhatian Tim SAR Gabungan yang segera dikerahkan untuk melakukan pencarian. Situasi ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat beraktivitas di dekat perairan, terutama di sungai yang memiliki arus deras.
Detail Kejadian
Menurut laporan dari Kasi Operasi dan Siaga SAR Palembang, Mancarah Wanto, pelajar yang hilang tersebut bernama Fathan Mubarok bin Amrullah, berusia 15 tahun dan merupakan warga Pelita Sari, Kecamatan Muara Enim. Saat ini, Fathan tercatat sebagai siswa kelas tiga di MTs setempat.
Kejadian ini dilaporkan terjadi pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB, setelah pihak berwenang menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut. Menyikapi laporan tersebut, Tim SAR langsung bergerak cepat dengan mengirimkan tim rescue ke lokasi kejadian untuk memulai operasi pencarian.
Operasi Pencarian
Dalam operasi pencarian, tim SAR melakukan penyisiran di permukaan air menggunakan perahu karet serta perahu milik warga setempat, menjangkau area seluas lima kilometer persegi. Upaya ini dilakukan untuk menemukan Fathan yang masih belum ditemukan hingga berita ini ditulis.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tersebut bermula ketika Fathan bersama temannya, M Arafi, sedang memancing di tepi Sungai Lematang pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Kejadian tragis ini terjadi ketika kail pancing Fathan tersangkut, mendorongnya untuk turun ke dalam sungai demi melepaskan umpan yang terjebak.
Sayangnya, arus sungai yang deras dengan cepat menyeret Fathan ke dalam. Teman dekatnya berusaha untuk menolong dengan memegang tangannya, namun kekuatan arus air membuat pegangan itu terlepas dan Fathan pun terhanyut.
Upaya Masyarakat
Hingga saat ini, pencarian Fathan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Operasi pencarian ini melibatkan personel dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, BPBD, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Selain penyisiran sungai, masyarakat juga berkontribusi dengan memasang jaring di beberapa titik strategis untuk mencegah kemungkinan korban terbawa lebih jauh oleh arus. Kerja sama antara tim SAR dan warga menunjukkan solidaritas yang kuat dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
Pentingnya Keselamatan di Perairan
➡️ Baca Juga: Aplikasi Viral yang Efektif Membantu Pengguna Mempertahankan Disiplin Digital Jangka Panjang
➡️ Baca Juga: Pengguna Rutin Whoosh KCIC Mencapai 35 Ribu, Tanda Pertumbuhan Layanan Transportasi
