Kemenperin Tingkatkan Daya Saing IKM Melalui Mentor Hub untuk Pelaku Usaha

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) melalui kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan tinggi. Salah satu inisiatif yang dihadirkan adalah layanan konsultasi bisnis yang dikenal dengan nama Mentor Hub, yang ditujukan untuk mendukung pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis mereka.
Kolaborasi untuk Membangun Sinergi
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa kerjasama dengan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam membangun sinergi antar sektor. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur industri nasional yang berkelanjutan.
Dalam pernyataannya yang diterima dari Jakarta, pada Kamis (1/10), Menperin menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki potensi besar melalui sumber daya dan keahlian mereka. Diharapkan, kolaborasi ini dapat melengkapi program pembinaan industri yang sudah ada, sehingga memberikan dampak positif bagi pelaku IKM.
Peran Perguruan Tinggi dalam Pembinaan IKM
Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai tempat pendidikan, tetapi juga sebagai pusat inovasi yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan industri. Mereka memiliki akses kepada pengetahuan mutakhir dan dapat menyediakan solusi yang relevan bagi tantangan yang dihadapi oleh pelaku IKM.
- Keahlian dalam berbagai bidang industri.
- Inovasi berbasis riset dan pengembangan.
- Pemahaman mendalam tentang tren pasar.
- Jaringan luas yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha.
- Program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Setiap mitra kolaborasi memiliki sudut pandang dan pengalaman yang unik, yang dapat memperkaya efektivitas program-program yang dilaksanakan oleh Kemenperin,” tambah Menperin.
Data dan Statistik IKM di Indonesia
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor IKM terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2026 mencapai angka yang signifikan, yaitu 21,07 persen. Jumlah tenaga kerja yang terserap oleh sektor IKM pada Februari 2026 tercatat sebanyak 13,06 juta orang, dengan total unit usaha IKM mencapai 4,44 juta.
Angka-angka ini menunjukkan betapa vitalnya peran IKM dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan daya saing IKM melalui program-program yang terintegrasi menjadi sangat penting untuk diprioritaskan.
Menyediakan Akses Pembinaan yang Luas
Untuk memperluas jangkauan dan akses pembinaan bagi IKM, sejak 22 September 2026, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) telah menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, termasuk ISI Yogyakarta, Universitas Ciputra Surabaya, Telkom University, Universitas Pertamina, dan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Kolaborasi ini bertujuan untuk membangun platform yang lebih kuat dalam memberikan dukungan kepada pelaku IKM, dengan memanfaatkan keahlian dari berbagai disiplin ilmu yang ada di perguruan tinggi.
Inisiatif Mentor Hub
Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menjelaskan bahwa kolaborasi ini terwujud dalam bentuk Mentor Hub, yang merupakan layanan konsultasi daring gratis melalui aplikasi web Smart Sentra. Program ini dirancang untuk membantu pelaku IKM dalam mengatasi berbagai tantangan yang mereka hadapi.
Melalui Mentor Hub, pelaku IKM dapat memilih mentor yang sesuai dengan kebutuhan dan masalah bisnis yang mereka hadapi. Setiap sesi konsultasi berlangsung selama 30 menit, disesuaikan dengan jadwal yang tersedia dari masing-masing mentor.
Pengalaman dan Hasil Sesi Konsultasi
Saat ini, terdapat 29 mentor yang terlibat dari lima perguruan tinggi. Pada tahap uji coba yang dilakukan pada September 2026, sebanyak 45 sesi konsultasi telah sukses dilaksanakan. Beberapa bidang yang paling banyak menjadi fokus dalam konsultasi tersebut meliputi desain produk, branding, pemasaran, dan strategi bisnis.
Program konsultasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku IKM, tetapi juga menjadi umpan balik berharga bagi Kemenperin untuk menyempurnakan layanan yang ada. Ini memberikan wawasan yang lebih dalam untuk memahami kebutuhan pelaku IKM dan menyusun kebijakan serta program pembinaan yang lebih efektif.
Evaluasi dan Perluasan Kolaborasi
Ke depannya, pihak Kemenperin berencana untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Mentor Hub. Selain itu, mereka juga akan memperluas kolaborasi dengan menambah jumlah mitra perguruan tinggi dan tenaga pengajar yang terlibat dalam program ini.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan daya saing IKM di Indonesia dapat meningkat secara signifikan, menciptakan ekosistem industri yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Manfaat Jangka Panjang bagi Pelaku IKM
Program Mentor Hub tidak hanya memberikan solusi jangka pendek bagi pelaku IKM, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang. Dengan akses pada konsultan yang berpengalaman, pelaku usaha dapat merumuskan strategi yang lebih matang dan beradaptasi dengan dinamika pasar.
- Peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.
- Strategi pemasaran yang lebih efektif.
- Pengembangan brand yang kuat.
- Peningkatan kapasitas manajerial.
- Inovasi yang berkelanjutan dalam produk dan layanan.
Secara keseluruhan, upaya Kemenperin untuk meningkatkan daya saing IKM melalui Mentor Hub merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi pembangunan industri nasional. Dengan dukungan yang tepat, pelaku IKM diharapkan dapat berkontribusi lebih besar pada perekonomian Indonesia.
Kesempatan untuk Berinovasi
Dalam era digital saat ini, pelaku IKM dihadapkan pada tantangan dan kesempatan yang belum pernah ada sebelumnya. Melalui program Mentor Hub, mereka tidak hanya mendapatkan akses ke pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga kesempatan untuk berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi perubahan pasar yang cepat.
Dengan memanfaatkan teknologi dan dukungan dari mentor, pelaku IKM diharapkan dapat menciptakan produk yang lebih relevan dan kompetitif. Ini menjadi kunci untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dalam industri yang semakin kompetitif.
Harapan untuk Masa Depan IKM
Dengan komitmen yang kuat dari Kemenperin dan dukungan dari perguruan tinggi, masa depan IKM di Indonesia terlihat lebih cerah. Daya saing yang meningkat akan membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha untuk berinovasi dan berkembang. Melalui kolaborasi ini, diharapkan IKM tidak hanya menjadi sektor yang penting dalam perekonomian, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah yang sistematis dan terencana, pelaku IKM akan semakin siap menghadapi tantangan global. Mentor Hub adalah bagian dari solusi untuk memastikan bahwa IKM Indonesia tidak hanya bisa bersaing di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar internasional dengan produk-produk unggulan yang berkualitas tinggi.
➡️ Baca Juga: Uji Coba Redmi Note 17 Pro Series untuk Ngevlog 4 Jam Nonstop, Tetap Dingin dan Optimal
➡️ Baca Juga: Meikarta Tingkatkan Akses Rumah Subsidi Melalui KPR FLPP yang Efisien




