kpkgg
Ekonomi

ASEPHI Konsolidasikan Ribuan UMKM Kerajinan untuk Perluas Akses Pasar Ekspor

Jakarta – Dalam upaya memperkuat peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerajinan di Indonesia, Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) meluncurkan program konsolidasi yang bertujuan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal. Langkah ini menjadi salah satu fokus utama kepengurusan ASEPHI yang baru setelah terpilihnya Hatman sebagai Ketua Umum dalam Musyawarah Nasional yang berlangsung pada 21 September 2026. Hatman menggantikan Muchsin Ridjan dan akan memimpin ASEPHI untuk periode 2024–2029. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan dapat menjadi momentum baru dalam memperkuat koordinasi antaranggota, mengembangkan potensi produk daerah, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kerajinan.

Visi Baru untuk UMKM Kerajinan

Hatman menegaskan bahwa salah satu prioritas utama kepengurusan baru adalah menyatukan ribuan pelaku UMKM yang tergabung dalam jaringan ASEPHI. Dengan melakukan konsolidasi, diharapkan para pelaku usaha memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan bisnis mereka. “Kami memiliki tanggung jawab untuk menyatukan pelaku UMKM agar dapat membuka lebih banyak peluang dan maju ke depan,” ujarnya.

Konsolidasi ini sangat penting mengingat bahwa pelaku usaha kerajinan memiliki beragam potensi produk yang perlu didorong untuk berkembang. Meskipun produk mereka kaya akan keunikan, banyak yang masih memerlukan dukungan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui penguatan organisasi, ASEPHI berupaya menghubungkan potensi tersebut dengan peluang pengembangan produk, promosi, dan pemasaran yang lebih efektif.

Penguatan Organisasi Melalui Badan Pengurus Daerah

ASEPHI juga akan memperkuat organisasi melalui pembentukan Badan Pengurus Daerah (BPD) dan Badan Pengurus Cabang (BPC). Struktur ini diharapkan bukan hanya memperluas jangkauan organisasi, tetapi juga membantu ASEPHI dalam mengidentifikasi produk unggulan yang masih kurang dikenal dalam jaringan asosiasi. Dengan pemetaan potensi yang lebih baik, pelaku usaha di daerah diharapkan dapat mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.

Langkah ini juga akan membantu organisasi dalam memahami kebutuhan anggota berdasarkan karakteristik produk dan kondisi usaha di masing-masing wilayah. Melalui penguatan organisasi yang lebih struktural, ASEPHI dapat menciptakan jaringan yang lebih solid di antara para pelaku UMKM kerajinan.

Penguatan Kapasitas Usaha untuk Akses Pasar yang Lebih Luas

Namun, konsolidasi pelaku UMKM tidak cukup hanya dengan penguatan organisasi. Penguatan kapasitas usaha juga menjadi hal yang sangat penting. Akses pasar yang lebih luas menuntut pelaku usaha untuk memperhatikan kualitas produk, konsistensi produksi, dan legalitas. Oleh karena itu, kepengurusan baru ASEPHI akan memberikan fokus pada advokasi dan dukungan untuk membantu anggota menghadapi tantangan dalam aspek legalitas usaha.

Salah satu tantangan utama yang sering dihadapi UMKM adalah pemahaman mengenai kewajiban perpajakan dan regulasi yang berlaku. Ketika pelaku UMKM mulai menjangkau pembeli yang lebih besar atau memasuki pasar ekspor, kebutuhan akan dokumen perdagangan dan pemenuhan ketentuan menjadi semakin kompleks. Melalui fungsi advokasi, ASEPHI bertujuan untuk membantu anggota memahami berbagai kebutuhan tersebut, sehingga pelaku usaha akan lebih siap untuk mengembangkan bisnis mereka.

Administrasi dan Legalitas sebagai Aspek Kritis

Pentingnya aspek administratif dalam pengembangan usaha kerajinan tidak dapat diabaikan. Ketika pelaku UMKM berusaha untuk memasuki pasar yang lebih besar, mereka harus siap dengan segala persyaratan hukum yang berlaku. Hal ini mencakup pengurusan izin usaha, sertifikasi produk, hingga pemenuhan ketentuan pajak. Tanpa pemahaman yang baik tentang hal ini, pelaku usaha dapat menghadapi berbagai kendala yang akan menghambat pertumbuhan bisnis mereka.

  • Dokumen perdagangan yang diperlukan
  • Pemahaman tentang regulasi perpajakan
  • Pengurusan izin usaha
  • Sertifikasi produk
  • Persyaratan pasar ekspor

Program Pengembangan Produk dan Kerjasama Internasional

Selain konsolidasi dan advokasi, ASEPHI juga akan melanjutkan program pengembangan produk, promosi, serta kerja sama dengan berbagai lembaga di tingkat regional dan internasional. Program-program ini dirancang untuk menjaga kesinambungan pengembangan industri kerajinan Indonesia selama periode kepengurusan 2024–2029.

Dalam rangka mendukung agenda tersebut, ASEPHI melakukan penyesuaian nomenklatur dan pembagian bidang kerja dalam struktur kepengurusan hasil pergantian antarwaktu. Penyesuaian ini bertujuan untuk memperjelas fungsi masing-masing bidang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan industri kerajinan. Hal ini penting untuk memastikan setiap bidang dapat berfungsi secara optimal dan mendukung pelaku UMKM dengan lebih efektif.

Struktur Kepengurusan ASEPHI yang Baru

Dalam susunan kepengurusan baru ini, Baby Jurmawati Djuri menjabat sebagai Wakil Ketua Umum I yang akan menangani Kerja Sama Antar Lembaga Regional dan Internasional. H. Muchamad Ali Jufry menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II untuk bidang Digital dan Research Development, sedangkan Dra. Ernayani Nasution menjadi Wakil Ketua Umum III yang menangani Organisasi dan Advokasi. Emirita L.N. Pratiwi juga diangkat sebagai Wakil Ketua Umum IV yang membidangi Promosi dan Pengembangan Produk. Subchi Subekti akan mengisi posisi Sekretaris Jenderal dengan Hatman masih sebagai Ketua Umum ASEPHI.

Melalui pembagian tugas yang jelas ini, ASEPHI diharapkan dapat memperkuat peran asosiasi dalam menghubungkan pelaku UMKM, mengidentifikasi potensi produk, dan mendukung pengembangan usaha di seluruh Indonesia.

Menghadapi Tantangan Pasar Global

Kedepannya, tantangan yang dihadapi ASEPHI tidak hanya terletak pada upaya memperkenalkan produk kerajinan Indonesia kepada pasar, tetapi juga memastikan bahwa pelaku usaha mampu memenuhi permintaan secara berkelanjutan. Penguatan koordinasi antaranggota, kapasitas produksi, dan kesiapan administrasi adalah bagian penting dalam menciptakan industri kerajinan yang lebih kompetitif.

ASEPHI berkomitmen untuk melanjutkan program yang telah ditetapkan serta memperkuat dukungan kepada semua anggota. Konsolidasi UMKM menjadi salah satu pijakan untuk mendorong perkembangan usaha kerajinan Indonesia. Dengan langkah-langkah yang tepat, ASEPHI berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha untuk tumbuh serta menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor yang menjanjikan.

➡️ Baca Juga: Membangun Hsin Wuthering Waves Terbaik untuk Peningkatan Peringkat di Google

➡️ Baca Juga: Jamal Musiala Mengungkap Kondisi Neurologis Setelah Dua Kali Pingsan di Lapangan

Related Articles

Back to top button