Candi Borobudur Siapkan Daya Tarik untuk 83 Ribu Wisatawan pada Libur Lebaran 2026

Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia yang paling terkenal di Indonesia, bersiap untuk menyambut lonjakan kunjungan wisatawan yang diperkirakan mencapai 83.000 orang selama libur Lebaran 2026. Dalam upaya memberikan pengalaman yang lebih baik dan nyaman bagi para pengunjung, PT Taman Wisata Candi (TWC) telah merancang serangkaian inovasi dan program baru yang menarik.
Target Kunjungan dan Strategi Operasional
Direktur Komersial PT TWC, Gistang Richard Panutur, mengungkapkan bahwa Candi Borobudur menargetkan kunjungan selama sepuluh hari liburan Lebaran, dengan rata-rata kedatangan harian diperkirakan berkisar antara 7.000 hingga 8.500 wisatawan. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk mengunjungi salah satu landmark paling ikonik di Indonesia.
Untuk mencapai target tersebut, pengelola Candi Borobudur telah melakukan penyesuaian pada jam operasional. Para wisatawan kini dapat memasuki area candi lebih awal, dimulai dari pukul 08.00 WIB, berbeda dengan hari biasa yang dimulai pada pukul 08.30 WIB. Ini adalah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dan memastikan pengalaman yang lebih baik.
Fokus pada Kenyamanan Pengunjung
Dalam upaya meningkatkan kenyamanan bagi semua pengunjung, TWC memberikan perhatian khusus kepada kelompok prioritas, termasuk ibu hamil, penyandang disabilitas, dan lansia. Dengan menyediakan fasilitas yang lebih baik, pengelola berharap dapat menciptakan pengalaman berkunjung yang lebih inklusif.
Program Baru untuk Meningkatkan Daya Tarik
Untuk menambah daya tarik, pihak pengelola memperkenalkan berbagai program baru, salah satunya adalah Pasar Medang. Inisiatif ini menampilkan beragam kuliner lokal yang dihasilkan dari kolaborasi dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya dapat menikmati keindahan candi, tetapi juga mencicipi beragam sajian khas yang menggugah selera.
Selain itu, pengunjung juga akan disuguhkan hiburan tradisional yang diadakan di sekitar kawasan candi serta di Kampung Seni Borobudur. Ini adalah kesempatan bagi wisatawan untuk lebih memahami budaya lokal sambil menikmati keindahan arsitektur candi yang megah.
Transportasi Ramah Lingkungan
Untuk mendukung mobilitas wisatawan, TWC bekerja sama dengan mitra penyedia layanan transportasi ramah lingkungan. Pengunjung akan memiliki opsi untuk menyewa skuter dan sepeda, yang memungkinkan mereka berkeliling candi di luar zona inti. Ini tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Data Kunjungan dan Tren Masyarakat
Pada Minggu, 22 Maret 2026, jumlah pengunjung Candi Borobudur mencapai 7.900 orang. Bahkan pada Senin, 23 Maret 2026, tepatnya pukul 13.00 WIB, sudah ada 7.500 wisatawan yang hadir. Diperkirakan, angka tersebut akan terus meningkat, menembus angka 10.000 pengunjung hingga loket tiket ditutup pada pukul 17.30 WIB. Analisis data menunjukkan bahwa tren kunjungan cenderung meningkat, terutama pada periode 22 hingga 24 Maret 2026, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur hari raya.
Untuk perbandingan, pada hari biasa, kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur biasanya paling tinggi sekitar 3.000 pengunjung. Lonjakan yang signifikan selama periode liburan ini menandakan popularitas candi yang terus meningkat di kalangan wisatawan domestik maupun internasional.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Candi Borobudur telah mempersiapkan berbagai inovasi dan program menarik untuk menyambut kedatangan 83.000 wisatawan selama libur Lebaran 2026. Dengan penyesuaian jam layanan, peningkatan fasilitas untuk kelompok prioritas, program kuliner lokal, serta opsi transportasi ramah lingkungan, pengelola berkomitmen untuk memberikan pengalaman wisata yang tidak hanya nyaman tetapi juga berkesan. Ini adalah langkah penting untuk menjaga daya tarik Candi Borobudur sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Pemprov Sulsel Siapkan Area Istirahat untuk Meningkatkan Kenyamanan Pemudik
➡️ Baca Juga: Distribusi BBM di Kalbar Stabil, Pertamina Tingkatkan Suplai Hingga 140%

