Kemenperin Dorong Industri Mainan untuk Menembus Pasar Global yang Semakin Prospektif

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk meningkatkan daya saing industri mainan nasional agar lebih kompetitif di pasar lokal maupun global. Langkah strategis ini dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, pengembangan kapasitas industri, serta memperluas akses ke pasar yang lebih luas.
Peluang Strategis dalam Industri Mainan
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menyatakan bahwa industri mainan memiliki potensi yang sangat penting. Sektor ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi yang bermanfaat bagi anak-anak.
“Tantangan utama yang dihadapi oleh industri dalam negeri saat ini bukan hanya terletak pada kemampuan produksi, tetapi juga bagaimana memastikan bahwa produk-produk lokal dapat diterima dan digunakan oleh masyarakat, serta mampu memanfaatkan peluang dalam rantai pasok global,” jelas Reni di Jakarta baru-baru ini.
Inisiatif Kemenperin: Indonesia Toy Forum 2026
Kemenperin mengambil langkah konkret untuk mewujudkan komitmen tersebut dengan menyelenggarakan Indonesia Toy Forum 2026. Forum ini merupakan hasil kolaborasi antara Ditjen IKMA dan Asia Toy and Play Association (ATPA). Acara ini bertujuan untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pelaku industri, dunia pendidikan, dan dunia usaha, untuk merumuskan arah pengembangan industri mainan di Indonesia.
Reni menekankan pentingnya penguatan pasar domestik yang harus dilakukan melalui penerapan standar yang jelas, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta penguatan daya saing agar produk mainan buatan Indonesia semakin diminati baik di pasar lokal maupun internasional.
Strategi Pengembangan Pasar Domestik
“Kami perlu memperkuat pasar domestik melalui berbagai inisiatif, termasuk penerapan standar yang ketat, promosi penggunaan produk dalam negeri, serta membangun daya saing yang tinggi. Dengan demikian, produk mainan dari Indonesia diharapkan dapat lebih diminati di pasar lokal dan dapat memperluas penetrasi di pasar internasional,” tambahnya.
Ekspansi Pasar Ekspor Mainan Indonesia
Kemenperin mencatat bahwa prospek perdagangan industri mainan di Indonesia menunjukkan tren yang positif. Selama lima tahun terakhir, industri ini berhasil mencatat surplus net ekspor. Pada tahun 2025, ekspor diproyeksikan meningkat sebesar 8,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai angka USD 664,6 juta. Sementara itu, pada periode Januari hingga Juni 2026, ekspor juga mengalami kenaikan dari USD 297,7 juta menjadi USD 351,8 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pasar ekspor utama untuk produk mainan Indonesia meliputi negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Cina, Australia, dan Republik Ceko. “Capaian ini masih membuka peluang yang sangat luas bagi Indonesia untuk meningkatkan kontribusinya di pasar global,” papar Reni.
Data dan Statistik Industri Mainan
Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS dan SIINas, terdapat sekitar 256 unit usaha di sektor industri mainan yang mempekerjakan sekitar 15.663 tenaga kerja. Terdapat juga sepuluh sentra industri kecil dan menengah (IKM) mainan yang terdistribusi, di mana empat sentra berada di Jawa Tengah, satu di Jawa Timur, dan lima di Jawa Barat.
Peran Ganda Industri Mainan
Reni menekankan bahwa industri mainan memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai sektor ekonomi yang produktif, tetapi juga sebagai alat pembelajaran interaktif. Produk-produk mainan dapat membantu dalam pengembangan kreativitas, kemampuan motorik, imajinasi, serta kemampuan memecahkan masalah pada anak-anak.
“Ini adalah peluang bagi industri mainan untuk menciptakan berbagai produk inovatif seperti mainan edukatif, permainan konstruksi, puzzle, dan board game yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik,” ungkapnya.
Standar dan Sertifikasi dalam Industri Mainan
Hingga tahun 2026, terdapat 65 pelaku industri mainan yang telah mendapatkan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Sertifikasi ini menunjukkan bahwa industri tersebut mampu memenuhi kandungan lokal dan memperluas akses ke program pengadaan pemerintah.
Dengan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, diharapkan industri mainan Indonesia dapat terus berkembang dan bersaing di pasar global. Kemenperin berkomitmen untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif agar pelaku industri dapat berinovasi dan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.
Pentingnya Kolaborasi Antara Sektor
Pengembangan industri mainan tidak dapat dilakukan secara terpisah. Diperlukan kerjasama antara pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang mendukung, pelaku industri sebagai motor penggerak inovasi, serta sektor pendidikan yang memberikan perspektif kebutuhan pembelajaran.
Sektor ritel dan perdagangan digital juga berperan penting dalam memperluas akses produk kepada konsumen. Dengan kolaborasi yang solid, industri mainan Indonesia akan memiliki peluang yang lebih besar untuk menembus pasar internasional.
Menghadapi Tantangan dan Peluang di Pasar Global
Industri mainan Indonesia kini dihadapkan pada tantangan yang kompleks. Namun, dengan penguatan kemampuan produksi, inovasi produk, dan strategi pemasaran yang tepat, peluang untuk menembus pasar global semakin terbuka lebar.
- Inovasi produk yang menarik dan edukatif.
- Standar kualitas yang tinggi untuk memenuhi permintaan pasar internasional.
- Peningkatan brand awareness di luar negeri.
- Kolaborasi dengan mitra internasional untuk memperluas jaringan distribusi.
- Pemasaran digital yang efektif untuk menjangkau konsumen global.
Dengan langkah-langkah strategis yang diambil oleh Kemenperin dan para pelaku industri, diharapkan industri mainan Indonesia dapat bersaing secara sehat dan berkelanjutan di pasar global. Melalui inovasi dan kerjasama, Indonesia akan mampu membuktikan bahwa produk mainan lokal tidak kalah bersaing dengan produk dari negara lain.
➡️ Baca Juga: Kampanye Belanja Berhadiah Mendorong Warga Mengunjungi Pasar Pondok Labu
➡️ Baca Juga: Penangkapan Pelaku Penembakan Rumah Rihanna Telah Terjadi




