slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

KKP Tingkatkan Daya Saing Produk Perikanan melalui Jaminan Ketertelusuran Rantai Pasok

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global dengan mempercepat implementasi STELINA (Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional). Sistem ini berfungsi sebagai alat vital dalam memastikan kualitas dan keamanan hasil perikanan dari potensi kontaminasi sepanjang rantai pasok.

Implementasi STELINA sebagai Solusi Utama

Dengan diterapkannya Peraturan Menteri KP No. 32 Tahun 2024, STELINA menjadi pedoman bagi seluruh pelaku di rantai pasok perikanan nasional. Sistem ini bertujuan untuk menjamin mutu serta keamanan produk perikanan, mulai dari tahap praproduksi, produksi, distribusi, pengolahan, hingga pemasaran.

Dalam acara Bincang Bahari yang bertajuk “STELINA: Ketertelusuran sebagai Kunci Akses Pasar Global”, Lia Sugihartini, Ketua Tim Kerja Pemantauan dan Ketertelusuran dari Direktorat Prasarana dan Sarana, menegaskan pentingnya STELINA. Menurutnya, sistem ini merupakan solusi bagi para pelaku usaha untuk memenuhi tuntutan standar global yang semakin ketat.

Pentingnya Ketertelusuran dalam Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh tarif, tetapi juga oleh regulasi non-tarif yang menuntut adanya ketertelusuran, kepatuhan sosial, dan keberlanjutan. Lia menambahkan, “Kami mendorong penggunaan sistem ini baik oleh pelaku usaha maupun pembeli. Dengan STELINA, data dapat diakses secara transparan dan real-time, terutama untuk ekspor tiga komoditas utama: Udang, Tuna, dan Rajungan.”

Traceability: Kebutuhan Utama Pasar Global

Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI) juga menyatakan bahwa traceability atau ketertelusuran kini bukan lagi sekadar tambahan, melainkan kebutuhan pokok dalam pasar global. Janti Djuari, CEO & Founder AP2HI, menjelaskan tantangan yang dihadapi industri dalam memverifikasi asal produk secara manual, mengingat tingginya ekspektasi pembeli internasional terhadap transparansi.

“Traceability menjadi permintaan utama dari pasar. Pembeli sering menanyakan kepada kami apakah produk ini memang benar hasil tangkapan dari armada yang bersangkutan atau tidak. Sebelumnya, kami harus melakukan verifikasi secara manual,” ungkap Janti.

STELINA: Memudahkan Proses Verifikasi

Kehadiran STELINA membawa kemudahan dalam membaca rantai pasok dari hulu ke hilir. Dengan demikian, proses verifikasi yang selama ini menjadi beban bagi industri menjadi lebih efisien. Sistem ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi produk perikanan Indonesia di mata dunia.

  • Memastikan kualitas dan keamanan produk perikanan.
  • Menyediakan transparansi data secara real-time.
  • Mendukung pelaku usaha dalam memenuhi standar global.
  • Meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.
  • Memudahkan verifikasi asal produk.

Digitalisasi Ketertelusuran: Kewajiban di Era Modern

Rimba Tri Pataka, Manager di PT. Tamron Akuatik Produk Industri, menambahkan bahwa bagi pelaku usaha di sektor perikanan, digitalisasi ketertelusuran kini merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi untuk bertahan dalam industri. “Dulu, kami terbiasa dengan sistem manual. Jika ada masalah atau pelacakan terkait asal-usul produk, kami harus menelusuri dokumen satu per satu. Sekarang, cukup dengan mengklik nomor kontrak, kami bisa langsung melacak rekam jejak produk dari asalnya hingga sampai ke piring konsumen,” jelas Rimba.

Kesadaran Konsumen Terhadap Keberlanjutan

Di era modern ini, konsumen di seluruh dunia semakin peduli terhadap keberlanjutan. Dengan sistem ketertelusuran yang handal, produk perikanan Indonesia tidak hanya bisa bersaing dari segi kualitas, tetapi juga menunjukkan identitas yang jelas dan ramah lingkungan. Hal ini menjadi poin penting dalam menarik perhatian konsumen yang semakin kritis terhadap asal-usul produk yang mereka konsumsi.

Komitmen KKP dalam Ekonomi Biru

Dalam upaya menjaga keberlanjutan ekologi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan komitmen KKP dalam menjalankan program ekonomi biru. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memastikan ketertelusuran produk kelautan dan perikanan, sehingga produk tersebut memiliki daya saing yang kuat di pasar global.

Melalui inisiatif ini, KKP berharap dapat membawa produk perikanan Indonesia ke level yang lebih tinggi, baik dari segi kualitas maupun kepercayaan konsumen. Dengan adanya STELINA, seluruh pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi dengan tuntutan pasar yang terus berkembang dan bersaing secara efektif di kancah internasional.

Manfaat Jaminan Ketertelusuran Rantai Pasok

Implementasi jaminan ketertelusuran rantai pasok memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Menjamin kualitas dan keamanan produk perikanan.
  • Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
  • Membantu pelaku usaha dalam memenuhi regulasi internasional.
  • Mempermudah akses pasar global bagi produk perikanan Indonesia.
  • Menunjang keberlanjutan ekosistem laut.

Dengan memahami pentingnya jaminan ketertelusuran rantai pasok, semua pelaku usaha dalam industri perikanan diharapkan dapat lebih proaktif dalam menerapkan sistem ini. Sebagai hasilnya, produk perikanan Indonesia akan semakin dikenal dan dihargai di pasar global, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian sumber daya laut.

➡️ Baca Juga: Pertamina Lakukan Sidak untuk Pastikan Keamanan dan Kepatuhan LPG 3 Kg di Kalimantan

➡️ Baca Juga: Gus Yusuf, Gubernur Jateng, Bahas Strategi Efektif Atasi Kemiskinan di Wilayahnya

Related Articles

Back to top button