slot depo 10k
ABK IndonesiaBeritaEskalasi KeamananJudha NugrahaKapal Musaffah 2Selat HormuzSiaga 3Timur TengahUni Emirat Arab

KBRI Tingkatkan Kewaspadaan WNI di UEA dengan Status Siaga 3 di Tengah Situasi Timur Tengah

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi telah mengumumkan status siaga tiga bagi seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Uni Emirat Arab (UEA). Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah Timur Tengah, khususnya akibat serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, serta insiden ledakan yang melibatkan WNI di perairan setempat.

Kenaikan status Siaga 3 di UEA ini merupakan langkah proaktif KBRI dalam menanggapi situasi yang memburuk.

Duta Besar Republik Indonesia untuk UEA, Judha Nugraha, menjelaskan bahwa status Siaga 3 berlaku sejak 28 Februari 2026, ketika Iran melancarkan serangan terhadap UEA. “Sejak awal peristiwa tersebut, kami telah mengeluarkan imbauan dan secara resmi menetapkan status Siaga 3,” ujar Judha dalam pernyataannya.

Judha menekankan bahwa status Siaga 3 mencerminkan kondisi yang berpotensi membahayakan, meskipun masih dapat dikelola. Ia mengingatkan agar WNI meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah perlindungan yang diperlukan. KBRI juga mendorong WNI untuk segera menghubungi KBRI Abu Dhabi atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai jika mereka menghadapi keadaan darurat.

Sebagai upaya antisipasi, KBRI telah menyelenggarakan dua pertemuan virtual dengan komunitas Indonesia melalui town hall meeting. Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan informasi terkini mengenai situasi dan membahas langkah-langkah darurat jika kondisi semakin memburuk.

“Situasi di lapangan sangat dinamis dan berubah-ubah. Serangan rudal dan drone masih terjadi. Bahkan, beberapa waktu sebelum wawancara ini, kami mendengar ledakan di Abu Dhabi,” jelas Judha. Ia menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap instruksi dari otoritas setempat.

Judha Nugraha juga mengingatkan betapa pentingnya bagi WNI untuk melakukan laporan diri. Data dari otoritas setempat menunjukkan sekitar 81.000 WNI yang tinggal di UEA, namun hanya sekitar 11.000 yang terdaftar di KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai. Menurut Judha, informasi yang tepat sangat penting agar perwakilan Indonesia dapat memberikan respons yang cepat dan tepat dalam kondisi darurat.

Sebelumnya, sebuah ledakan terjadi di Kapal Musaffah 2 saat bersiap untuk menarik kapal (towing) di Selat Hormuz, yang terletak antara UEA dan Oman, pada 6 Maret 2026. Insiden tersebut menyebabkan tiga anak buah kapal (ABK) yang merupakan WNI dinyatakan hilang, sementara satu lainnya berhasil selamat.

KBRI menerima informasi terkait insiden tersebut pada hari yang sama sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

➡️ Baca Juga: Hello world!

➡️ Baca Juga: Komisi I DPR Respon Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tekankan Ruang Belajar Digital

Back to top button