MTI dan DEN Waspadai Krisis Energi Jelang Mudik 2026, Dampak Ketegangan Timur Tengah Meningkatkan Kekhawatiran

— Paragraf 1 —
JABAR EKSPRES – Momentum mudik Lebaran pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi dinilai berada di ambang krisis energi.
— Paragraf 2 —
Kekhawatiran ini muncul seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat dengan Iran.
— Paragraf 3 —
Penilaian tersebut disampaikan oleh Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno.
— Paragraf 4 —
Menurutnya, lonjakan harga minyak dunia akibat konflik global menjadi peringatan serius bagi ketahanan energi nasional, terutama ketika jutaan masyarakat Indonesia bersiap melakukan perjalanan mudik.
— Paragraf 5 —
Djoko menuturkan, situasi geopolitik yang memanas berpotensi menimbulkan ketidakstabilan ekonomi dalam negeri, terutama di sektor energi dan transportasi yang sangat bergantung pada bahan bakar minyak (BBM).
— Paragraf 6 —
“Ketegangan geopolitik antara Israel-AS dan Iran mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri menjelang mudik Lebaran 2026,” kata Djoko kepada Jabar Ekspres, baru-baru ini.
— Paragraf 7 —
Ia menjelaskan, salah satu dampak paling nyata dari konflik global tersebut adalah meningkatnya harga minyak dunia.
— Paragraf 8 —
Kenaikan harga minyak mentah berpotensi mendorong kenaikan harga BBM di dalam negeri, yang bisa langsung dirasakan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik.
— Paragraf 9 —
“Hal ini tentu akan membebani biaya transportasi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik,” jelas Djoko.
— Paragraf 10 —
Djoko juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Konsumsi minyak nasional saat ini mencapai sekitar 1,7 juta barel per hari, sementara produksi domestik hanya sekitar 860 ribu barel per hari.
— Paragraf 11 —
Kondisi ini membuat setiap peningkatan aktivitas transportasi, termasuk musim mudik, otomatis meningkatkan kebutuhan BBM secara signifikan.
— Paragraf 12 —
Selain itu, Djoko menilai sistem transportasi Indonesia masih rapuh karena sangat bergantung pada energi fosil, sementara pengembangan transportasi publik belum menjadi prioritas yang cukup kuat.
— Paragraf 13 —
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi pergerakan masyarakat selama periode angkutan Lebaran 2026 tetap sangat besar, dengan total sekitar 143,91 juta orang atau 50,6 persen dari total penduduk Indonesia.
— Paragraf 14 —
Wilayah dengan jumlah pemudik terbesar diperkirakan berasal dari Jawa Barat (30,97 juta orang), DKI Jakarta (19,93 juta orang), dan Jawa Timur (17,12 juta orang).
— Paragraf 15 —
Sementara daerah tujuan mudik paling banyak adalah Jawa Tengah (38,71 juta orang), Jawa Timur (27,29 juta orang), dan Jawa Barat (25,09 juta orang).
➡️ Baca Juga: Apa yang Diceritakan oleh Film ‘Senin Harga Naik’?
➡️ Baca Juga: Armand Maulana Mengamati Wajah Tenang Vidi Aldiano dalam Keadaan Jenazah: Refleksi Senyum Kedamaian



