PDI Perjuangan Bandung Soroti Kinerja Pemkot yang Lambat Dibanding Gubernur Dedi Mulyadi

Ketua DPC PDI Perjuangan, Andri Gunawan, baru-baru ini menegaskan kritik tajam terhadap kinerja Pemkot Bandung, yang dinilainya lamban dalam menangani masalah-masalah yang dihadapi warga. Dalam pandangannya, ada perbedaan mencolok antara respons Pemkot dan Gubernur Dedi Mulyadi yang lebih cepat dan efisien dalam menanggapi keluhan masyarakat.
Kritik Kinerja Pemkot Bandung
Andri Gunawan mengungkapkan bahwa Pemkot Bandung perlu lebih peka terhadap berbagai persoalan yang diadukan oleh warganya. Menurutnya, ada banyak isu yang seharusnya mendapat perhatian segera, seperti kondisi jalan di kota yang cenderung gelap. Ia mencatat bahwa keluhan mengenai masalah ini telah banyak disampaikan oleh masyarakat, bahkan ada yang menjadikannya sebagai bahan guyonan.
“ASN di kota ini jumlahnya ribuan. Apakah tidak ada satu pun yang pernah berkendara saat malam hari dan menyadari bahwa jalanan kota ini gelap?” ungkap Andri pada Sabtu, 25 April. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap infrastruktur publik seharusnya menjadi prioritas utama.
Isu Kepekaan Pemkot
Menurut Andri, masalah penerangan jalan bukanlah persoalan anggaran, melainkan lebih kepada kepekaan dan respons Pemkot dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada. “Kondisi jalan yang gelap ini bukanlah isu baru. Ini sudah berlarut-larut, bukan hanya terjadi tahun ini atau tahun lalu,” tegasnya.
Andri yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bandung menambahkan, banyak keluhan lain yang sering muncul dari masyarakat, seperti parkir liar dan kondisi bekas galian jalan yang tidak ditangani dengan baik. Sebagai contoh, ia menyebutkan temuan baru-baru ini mengenai baut PJU yang muncul di dekat Kantor Balai Kota.
- Persoalan jalan gelap yang tidak ditangani dengan baik
- Kendala parkir liar yang semakin meluas
- Bekas galian jalan yang dibiarkan tidak rapi
- Baut PJU yang terlihat di area publik
- Keluhan masyarakat yang tidak mendapat perhatian serius
“Di Balai Kota, tepatnya di seberang Bank Indonesia, ada baut yang mencuat. Ini adalah bekas PJU yang sudah dicopot berbulan-bulan lalu, baru saja ditangani setelah banyak masyarakat yang bersuara,” keluhnya. Ia mencatat bahwa contoh-contoh kecil seperti ini menggambarkan kurangnya kepekaan Pemkot terhadap aduan masyarakat.
Kurangnya Respons Terhadap Keluhan
Andri menekankan bahwa setiap pegawai yang bekerja untuk kota seharusnya memiliki rasa empati terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat. “Mereka yang bekerja untuk kota ini seharusnya merasakan apa yang kami rasakan. Kota ini adalah bagian dari hidup kami,” sindirnya dengan nada serius.
Masalah parkir liar juga menjadi sorotan Andri. Ia mencatat bahwa fenomena ini sangat umum dan dapat ditemukan dengan mudah, bahkan di sekitar Balai Kota. “Wajar jika kami kemudian mempertanyakan, jangan-jangan Pemkot ini tidak peduli dan sudah lalai dalam menjalankan tugasnya,” tambahnya.
Dampak dari Proyek Galian
Selain itu, Andri juga menyampaikan keluhan mengenai dampak dari proyek galian yang dilakukan tanpa perencanaan yang matang. Banyak warga yang menjadi korban akibat pengerjaan yang tidak rapi dan tidak profesional. “Saya tidak melihat adanya semangat untuk melakukan perubahan yang lebih baik,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia kemudian membandingkan kinerja Pemkot dengan Gubernur Dedi Mulyadi, yang dinilai lebih teliti dalam mengurus hal-hal kecil dan detail. Menurut Andri, pimpinan daerah seharusnya tidak hanya fokus pada isu besar, tetapi juga harus memberikan perhatian pada masalah-masalah yang dianggap remeh namun mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Perbandingan dengan Gubernur Dedi Mulyadi
Andri menegaskan bahwa Dedi Mulyadi menunjukkan kepemimpinan yang baik dengan memperhatikan detail-detail kecil yang sering diabaikan. “Gubernur sampai mengurus hal-hal yang mungkin dianggap sepele, tetapi sebenarnya sangat berdampak pada masyarakat,” tambahnya.
Dalam konteks ini, Andri berharap agar Pemkot Bandung dapat lebih responsif dan cepat dalam menangani berbagai persoalan yang muncul. Ia percaya bahwa dengan kepekaan yang lebih tinggi, Pemkot bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warganya.
Solusi untuk Meningkatkan Kinerja Pemkot
Untuk meningkatkan kinerja Pemkot, Andri menyarankan beberapa langkah yang perlu diambil, antara lain:
- Meningkatkan komunikasi antara Pemkot dan masyarakat
- Melakukan survei untuk mengetahui keluhan dan kebutuhan warga secara langsung
- Menetapkan standar waktu penyelesaian untuk setiap aduan masyarakat
- Melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan proyek
- Meningkatkan pelatihan dan kesadaran pegawai terhadap pelayanan publik
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Pemkot Bandung dapat lebih responsif dan cepat dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat. Andri yakin bahwa jika Pemkot bisa melakukan ini, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin meningkat.
Andri Gunawan berharap agar kritik yang disampaikannya tidak hanya menjadi suara di angin lalu, tetapi bisa menjadi pemicu perubahan yang positif bagi Kota Bandung. “Kami ingin melihat tindakan nyata dari Pemkot, bukan hanya sekedar janji,” tutupnya. Dengan harapan, Bandung bisa menjadi kota yang lebih baik dan layak huni bagi semua warganya.
➡️ Baca Juga: Van Dijk Minta Maaf Setelah Liverpool Kalah Telak dari Manchester City
➡️ Baca Juga: Kunjungan Pemantauan Kesiapan PLN untuk Mengoptimalkan Layanan Energi Nasional




