slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

PepsiCo dan National Geographic Soroti Inovasi Pertanian Berbasis AI dari Indonesia

<div>

Jakarta: PepsiCo bersama National Geographic Society meluncurkan pendanaan baru untuk riset <a href=”https://www.medcom.id/tag/379/pertanian”>pertanian </a>global yang berfokus pada pengembangan praktik pertanian regeneratif. Inisiatif ini mencakup berbagai pendekatan inovatif, mulai dari pemulihan lahan hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas pertanian.<br/>

<table>

<tbody>

<tr>

<td>Baca juga:   <a href=”https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/ybJde8aK-ldc-indonesia-dorong-praktik-regeneratif-untuk-petani-kopi-melalui-sci”>LDC Indonesia Dorong Praktik Regeneratif untuk Petani Kopi Melalui SCI</a></td>

</tr>

</tbody>

</table>

<br/>

Program ini menargetkan tanaman pangan utama di berbagai wilayah yang terdampak perubahan iklim. Para peneliti yang terlibat dipilih dari ratusan proposal dari berbagai negara dan tergabung dalam komunitas National Geographic Explorers, yang terdiri dari ilmuwan, pendidik, hingga pelaku konservasi.<br/> <br/>

Salah satu proyek yang mendapat perhatian datang dari Indonesia, yakni program LIFE (Land Innovation for Food and Empowerment). Proyek ini menggabungkan sistem tumpang sari jagung dan sacha inchi, tanaman bernilai gizi tinggi yang dikenal sebagai “superfood” karena kandungan Omega 3, 6, dan 9.<br/> <br/>

Peneliti Indonesia, Al Greeny S. Dewayanti, mengembangkan pendekatan berbasis teknologi dengan mengombinasikan analisis DNA tanah dan aplikasi berbasis AI. Tujuannya adalah memulihkan kualitas lahan yang terdegradasi sekaligus meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.<br/><br/>

Pendekatan ini memungkinkan petani memahami kondisi tanah secara lebih sederhana. Melalui teknologi metabarcoding DNA, mikroorganisme tanah dianalisis untuk kemudian diterjemahkan oleh sistem AI menjadi rekomendasi praktis, seperti kebutuhan kompos atau kesiapan lahan untuk ditanami.<br/> <br/>

Dengan metode ini, informasi yang sebelumnya hanya tersedia di laboratorium kini dapat diakses langsung oleh petani dalam bentuk panduan yang mudah dipahami.<br/> <br/>

Proyek ini juga membawa dampak sosial yang signifikan. Inisiatif tersebut melibatkan kelompok perempuan sebagai penggerak utama, termasuk dalam pengelolaan koperasi dan pengolahan sacha inchi menjadi produk bernilai tambah seperti minyak. Model ini diharapkan dapat<br/>

meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat peran perempuan dalam sektor pertanian.<br/> <br/>

Program riset ini merupakan bagian dari inisiatif Food for Tomorrow, kolaborasi global antara PepsiCo dan National Geographic Society yang diluncurkan pada 2025. Program ini bertujuan mendorong transformasi sistem pangan melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, edukasi, dan komunikasi.<br/> <br/>

Chief Science and Innovation Officer National Geographic Society, Ian Miller, menyebut pertanian regeneratif sebagai fokus baru yang strategis. Menurutnya, pendekatan ini berkaitan erat dengan berbagai isu global, mulai dari perlindungan ekosistem hingga pengurangan emisi karbon.<br/> <br/>

Sementara itu, Executive Vice President dan Chief Sustainability Officer PepsiCo, Jim Andrew, menekankan pentingnya peran petani dalam menghadapi tekanan perubahan iklim. Ia menyebut praktik berbasis sains menjadi kunci untuk menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh.<br/> <br/>

“Petani hanya memiliki satu kesempatan setiap musim tanam. Karena itu, pendekatan berbasis data dan sains menjadi sangat penting untuk memastikan keberhasilan,” ujarnya.<br/> <br/>

PepsiCo sendiri menargetkan penerapan praktik pertanian regeneratif di lahan seluas 10 juta hektare secara global hingga 2030. Selain Indonesia, proyek serupa juga dilakukan di berbagai negara, termasuk Spanyol, Ethiopia, dan Amerika Serikat, dengan fokus pada komoditas seperti gandum, kopi, kedelai, hingga kentang.<br/> <br/>

Dalam dua tahun ke depan, para peneliti akan melakukan uji lapangan serta mengembangkan solusi yang dapat diterapkan secara luas. Hasilnya tidak hanya berupa riset ilmiah, tetapi juga akan disebarluaskan melalui berbagai medium, mulai dari laporan, kampanye digital, hingga pameran multimedia.<br/> <br/>

Melalui pendekatan ini, para peneliti tidak hanya mendokumentasikan perubahan dalam praktik pertanian, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk masa depan sistem pangan global yang lebih berkelanjutan.<br/> <br/><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di

<a href=”https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMO3SgQswosT9Ag?ceid=ID:id&amp;oc=3&amp;hl=id&amp;gl=ID\”>

<div>

<img src=”https://va.medcom.id/2024//default/images/gnews.svg”/>

</div>

<div>

Google News

</div>

</a></strong> <div>(SAW)</div> </div>

➡️ Baca Juga: Daftar Terbaru Pinjol Ilegal 2026 OJK: Waspadai Modus Baru yang Mengancam Data Pribadi Anda

➡️ Baca Juga: Kusta Dapat Sembuh Total: Tingkatkan Kesadaran dan Perawatan Secara Menyeluruh

Related Articles

Back to top button