kpkgg
Daerah

Pertunra Gunungkidul Ajak Siswa Berkarya dan Kenalkan Batik dalam Pendidikan

Di tengah perkembangan zaman yang kian pesat, pentingnya pengenalan budaya lokal kepada generasi muda menjadi semakin mendesak. Salah satu cara yang efektif untuk mencapai tujuan ini adalah melalui pendidikan seni, khususnya batik dalam pendidikan. Pertunjukan Rakyat (Pertunra) yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menjadi contoh nyata bagaimana pelajar dapat belajar dan berekspresi melalui seni batik. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai platform yang mengedukasi siswa mengenai nilai-nilai kemandirian dan karakter sejak usia dini.

Pertunra sebagai Sarana Edukasi Budaya

Pertunra dan Pameran Batik yang bertajuk “Gayeng Guyub Sidomukti” dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari pada tanggal 8 Oktober 2026. Acara ini melibatkan 11 sekolah yang masing-masing mengirimkan perwakilan untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang penuh makna ini.

Kepala Diskominfo Kabupaten Gunungkidul, Setiyo Hartato, menjelaskan bahwa Pertunra bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan juga media untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan program unggulan Bupati Gunungkidul, yaitu “Gunungkidul Berdikari” dan “Bocah Pinter”.

Membangun Karakter Melalui Kegiatan Kreatif

Setiyo menekankan pentingnya kegiatan ini dalam menanamkan nilai-nilai kemandirian pada generasi muda. “Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat memahami bahwa kreativitas dapat dimulai dari lingkungan rumah dan sekolah, sehingga semangat untuk mandiri dapat terwujud di Kabupaten Gunungkidul,” katanya.

Pembelajaran tentang budaya batik dilakukan langsung melalui pameran dan praktik membatik. Sebanyak 14 meja peragaan disediakan untuk siswa dari 11 sekolah yang terlibat. Mereka diajarkan berbagai teknik membatik, mulai dari batik cap hingga batik tulis, serta proses pewarnaan dengan bimbingan dari mitra organisasi seperti Dompet Dhuafa.

Karya Batik yang Mencerminkan Identitas Sekolah

Karya batik yang dihasilkan oleh siswa tidak hanya menonjolkan keterampilan teknis, tetapi juga mengangkat tema dan identitas unik dari masing-masing sekolah. Beragam motif yang diciptakan terinspirasi dari lingkungan sekitar serta pengalaman yang bermakna bagi siswa.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menjelaskan bahwa pembelajaran batik memberikan siswa kesempatan untuk memahami pentingnya proses, ketelitian, dan kesabaran. Ia menekankan bahwa keterampilan ini berkontribusi pada pembentukan karakter generasi muda.

Pentingnya Proses dalam Pembelajaran

➡️ Baca Juga: 5 Rahasia Hygge yang Membawa Kebahagiaan dalam Hidup ala Denmark

➡️ Baca Juga: KNMP Karangduwur Jamin Keberlanjutan Pendapatan Nelayan Saat Hasil Tangkapan Meningkat

Related Articles

Back to top button