slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Ratusan Ogoh-ogoh Memeriahkan Catur Muka di Denpasar Malam Tadi

Denpasar kembali memukau malam ini dengan ratusan ogoh-ogoh yang diciptakan oleh seka teruna, atau kelompok pemuda, yang memenuhi kawasan Catur Muka, tepat sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Acara ini hadir sebagai bentuk ekspresi budaya yang tidak hanya dinikmati oleh masyarakat setempat, tetapi juga menarik perhatian wisatawan yang datang untuk merasakan suasana khas Bali.

Pesona Catur Muka Sebagai Pusat Perayaan

Catur Muka, sebagai titik pusat Kota Denpasar, menjadi lokasi yang paling dinanti oleh para pemuda dan masyarakat. Menurut I Gede Yogi Pramana, Wakil Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, perayaan ini selalu menarik perhatian banyak orang.

“Setiap tahun, banyak ogoh-ogoh yang datang dari berbagai penjuru menuju Catur Muka. Masyarakat biasanya sudah berkumpul sejak pukul 18.00 WITA untuk menikmati karya-karya dari seka teruna,” ungkapnya.

Kenapa Catur Muka Jadi Pilihan Utama?

Keberadaan Catur Muka sebagai titik nol Kota Denpasar membuatnya menjadi tempat yang strategis untuk menyelenggarakan pawai ogoh-ogoh. Hal ini juga menjadikannya sebagai magnet bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana perayaan yang meriah.

Tahun ini, antusiasme anak muda terlihat semakin meningkat. Kualitas dan kuantitas ogoh-ogoh yang dipamerkan semakin baik, mencerminkan semangat dan kreativitas generasi muda Denpasar.

Ogoh-ogoh Bertema Pemuliaan Air

Menariknya, dalam perayaan malam Pengerupukan ini, banyak ogoh-ogoh yang mengusung tema pemuliaan terhadap air. Tema ini diangkat sebagai hasil dari Kasanga Festival yang diadakan beberapa pekan lalu, yang menekankan pentingnya pelestarian air.

“Malam ini, banyak sekali ogoh-ogoh yang menampilkan tema pemuliaan air. Namun, tetap mengedepankan esensi dari bhuta kala, yakni sosok raksasa atau tokoh pewayangan,” tambah Gede Yogi.

Imbauan untuk Menjaga Kondusivitas

Dengan euforia yang tinggi di kawasan Catur Muka, pihak Pasikian Yowana Kota Denpasar mengimbau agar semua pihak menjaga suasana tetap kondusif. Kebersamaan antara pemuda, masyarakat, dan wisatawan harus dijaga agar perayaan dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

  • Menjaga kerukunan antar seka teruna
  • Hindari penggunaan sound system yang berlebihan
  • Minimalkan konsumsi minuman keras
  • Hormati sesama peserta pawai
  • Pastikan keamanan wilayah masing-masing

Alternatif Perayaan di Seluruh Desa Adat

Tidak hanya di Catur Muka, hampir seluruh desa adat di Denpasar juga menggelar festival serupa sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin merayakan tetapi tidak dapat mencapai pusat kota yang padat.

“Dalam pemetaan saat Pengerupukan, hampir setiap desa mengadakan perlombaan ogoh-ogoh. Meskipun Catur Muka adalah yang paling ramai, daerah seperti Sanur, Gatsu, dan Sesetan juga layak untuk dikunjungi,” jelas Gede Yogi.

Tradisi Seka Teruna Tunggal Adnyana Taruna

Salah satu kelompok pemuda yang turut berpartisipasi dalam pawai ini adalah Seka Teruna Tunggal Adnyana Taruna dari Banjar Gelogor. Mereka telah memilih rute ini setiap tahun, menunjukkan komitmen mereka terhadap tradisi yang sudah ada.

“Setiap tahun, kami bersama ratusan ogoh-ogoh dari berbagai banjar dan desa adat lain mengarak ogoh-ogoh beriringan dari pukul 19.00 WITA hingga tengah malam, sebelum akhirnya memusnahkan karya tersebut sebagai simbol pengusiran bhuta kala,” ujar perwakilan dari kelompok tersebut.

Perayaan ogoh-ogoh di Denpasar menjadi lebih dari sekadar tradisi; ia merupakan perwujudan dari kebudayaan Bali yang kaya. Dengan tema yang relevan dan pelaksanaan yang terorganisir, acara ini tidak hanya mengundang rasa bangga bagi masyarakat lokal tetapi juga menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan keunikan budaya Bali.

Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas, perayaan malam Pengerupukan di Catur Muka tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi simbol keharmonisan antara tradisi dan modernitas. Masyarakat Denpasar, melalui ogoh-ogoh, menunjukkan kekayaan budaya yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi mendatang.

➡️ Baca Juga: Mudik Menggunakan Motor? Temukan Lesehan Enduro di Lokasi Strategis Ini!

➡️ Baca Juga: Profil Lengkap Sheila Dara Aisha: Biodata, Karier, dan Prestasi Bersama Suami, Vidi Aldiano

Related Articles

Back to top button