slot depo 10k slot depo 10k
Nasional

Relawan Medis UMI Makassar Jangkau Pegunungan Manggarai untuk Bantu Korban Bencana

Relawan medis dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar baru-baru ini melakukan misi kemanusiaan ke wilayah pegunungan Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memberikan bantuan serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Dalam situasi yang penuh tantangan ini, kehadiran mereka sangat berarti bagi warga yang membutuhkan perhatian medis dan bantuan dasar pascabencana.

Langkah Awal Menuju Wilayah Terpencil

Ketua Tim Bantuan Medis UMI di lapangan, dr. Berry Erida Hasbi, Sp.B, menjelaskan bahwa tim mereka menuju Kecamatan Cibal dan Reok Barat setelah melakukan koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai. Informasi yang mereka terima menunjukkan bahwa beberapa fasilitas kesehatan di daerah tersebut kekurangan tenaga medis, yang mendorong tim untuk bertindak cepat.

Koordinasi dengan Pihak Berwenang

“Kami mendapatkan kabar bahwa di beberapa puskesmas tidak ada dokter yang bertugas. Oleh karena itu, kami berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Kesehatan untuk mengoptimalkan keberangkatan kami ke Cibal dan Reok Barat,” ungkap Berry. Koordinasi yang baik dengan pihak berwenang ini sangat penting untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Memilih Rute yang Tepat

Tim relawan medis UMI memutuskan untuk menjangkau wilayah pegunungan karena tingkat aksesibilitas yang lebih baik, dibandingkan dengan daerah lain yang mungkin lebih sulit dijangkau. Menurut Berry, wilayah pegunungan sering kali menjadi yang terakhir menerima bantuan, sehingga menjadi prioritas tim dalam misi ini.

Informasi dari Dinas Kesehatan

Informasi dari Dinas Kesehatan dan BPBD setempat menunjukkan bahwa daerah Cibal dan Reok Barat masih sangat membutuhkan dukungan tenaga medis. “Kami merasa penting untuk hadir di sini, karena banyak warga di daerah tersebut yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai,” tambahnya.

Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terdampak

Setelah tiba di lokasi, tim langsung memulai pemeriksaan kesehatan. Mereka menemukan sejumlah anak yang mengalami batuk dan sesak napas, serta lansia yang kesulitan untuk mengakses fasilitas kesehatan. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian ekstra terhadap kelompok rentan dalam situasi seperti ini.

Temuan di Lapangan

Selain mengadakan pemeriksaan medis, tim juga menyadari bahwa banyak warga yang masih kekurangan kebutuhan dasar pascabencana. Kebutuhan tersebut mencakup:

  • Obat-obatan yang diperlukan untuk pemulihan kesehatan
  • Selimut untuk menghangatkan diri
  • Terpal sebagai tempat berlindung
  • Bahan makanan yang cukup
  • Tempat tinggal sementara yang aman

“Kami mencatat bahwa pemukiman di sini masih sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar,” kata Berry.

Perjalanan yang Penuh Tantangan

Perjalanan menuju lokasi bukanlah hal yang mudah. “Kami harus menyusuri jalan berkelok dan melewati lereng pegunungan, serta menghadapi beberapa ruas jalan yang rusak akibat bencana,” jelas Berry. Meskipun perjalanan tersebut memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam, mereka merasa bahagia karena disambut dengan baik oleh warga setempat.

Tim Medis Berbagi Tugas

Sementara itu, sebagian tim medis lainnya melanjutkan perjalanan menuju wilayah Dampek, yang juga membutuhkan perhatian. Namun, tingkat kebutuhan pelayanan kesehatan di Cibal dan Reok Barat tetap tinggi, dan menjadi fokus utama tim UMI.

Menjangkau Pasien yang Membutuhkan

Dalam misi kemanusiaan ini, tim medis UMI berhasil melakukan pemeriksaan terhadap 110 pasien yang datang ke tenda pengobatan, serta menjangkau 10 pasien lainnya di rumah mereka. “Total ada 120 warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan dalam misi ini, yang menunjukkan betapa pentingnya kehadiran kami di sini,” ungkap Berry.

Keluhan Kesehatan yang Ditemui

Selama misi, tim menemukan berbagai keluhan kesehatan yang umum terjadi di masyarakat, termasuk:

  • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
  • Dermatitis atau peradangan pada kulit
  • Gangguan tidur atau insomnia
  • Masalah pencernaan
  • Keluhan umum terkait kesejahteraan mental akibat bencana

Kehadiran relawan medis UMI Makassar di wilayah ini menjadi harapan baru bagi banyak warga yang terpaksa menghadapi kesulitan akibat bencana. Dengan dedikasi dan komitmen yang tinggi, mereka tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi masyarakat yang sedang berjuang untuk pulih.

Membangun Kembali Harapan

Setiap tindakan yang diambil oleh relawan medis UMI Makassar menjadi bagian dari upaya besar dalam membangun kembali harapan warga terdampak. Misi ini tidak hanya tentang pelayanan kesehatan, tetapi juga tentang membangkitkan semangat masyarakat untuk terus melangkah meski dalam situasi sulit.

Peran Relawan dalam Penanggulangan Bencana

Relawan medis, seperti yang dilakukan oleh tim UMI, memiliki peran krusial dalam penanggulangan bencana. Mereka tidak hanya memberikan bantuan medis, tetapi juga berkontribusi dalam:

  • Pendidikan kesehatan bagi masyarakat
  • Penyuluhan tentang pencegahan penyakit
  • Pemberian dukungan psikososial
  • Penggalangan sumber daya untuk kebutuhan mendesak
  • Koordinasi dengan lembaga lain untuk penguatan respon bencana

Dengan demikian, kehadiran relawan medis menjadi salah satu elemen penting dalam mempercepat proses pemulihan di daerah bencana.

Penutup

Pendekatan yang dilakukan oleh relawan medis UMI Makassar di Manggarai menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam menghadapi bencana. Dengan upaya yang terkoordinasi dan dedikasi tinggi, mereka berkontribusi tidak hanya pada pemulihan fisik, tetapi juga pada penguatan mental dan sosial masyarakat yang terdampak. Misi ini adalah pengingat bahwa dalam setiap kesulitan, selalu ada harapan yang bisa dibangun bersama.

➡️ Baca Juga: Rincian Pajak Toyota Veloz Hybrid 2026: Harga Termurah Mulai Rp 4,9 Jutaan

➡️ Baca Juga: Intensifikasi Produksi untuk Mempertahankan Kualitas Kopi Gayo di Aceh Tengah

Related Articles

Back to top button