Rerie Mendorong Penguatan Tata Kelola untuk Pelestarian Warisan Maritim Nusantara

Dalam upaya memperkuat identitas bangsa, pelestarian warisan maritim Nusantara menjadi isu yang semakin mendesak. Sejarah kelautan Indonesia bukan hanya sekadar catatan masa lalu, tetapi juga merupakan bagian penting dari kesadaran kolektif bangsa. Dengan latar belakang tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan kolaborasi dalam menjaga warisan maritim Indonesia. Dalam diskusi yang diadakan di Gedung Nusantara V, di Jakarta, Lestari berbagi pandangannya tentang bagaimana museum bahari dapat berperan lebih dalam meneguhkan kedaulatan dan identitas bangsa.
Menjaga Identitas Melalui Pelestarian Warisan Maritim
Menurut Lestari, pemahaman yang mendalam tentang sejarah maritim dapat memperkuat ikatan antara warga negara. Ia berpendapat bahwa museum bahari tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sebagai alat untuk menyampaikan narasi sejarah yang hidup dan relevan. “Museum bahari harus mampu memberikan gambaran yang jelas tentang sejarah kita di masa lalu,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa pelestarian warisan maritim Nusantara tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga dengan bagaimana masyarakat memahami dan menghayatinya.
Pentingnya Tata Kelola yang Efektif
Lestari, yang juga dikenal dengan sapaan Rerie, menyoroti bahwa meskipun sudah ada regulasi yang mengatur pelestarian museum bahari, realisasi di lapangan masih perlu ditingkatkan. “Meskipun dasar hukumnya ada, implementasinya belum memadai. Kita harus memastikan bahwa semua pemangku kepentingan mengalokasikan anggaran yang cukup untuk pelestarian,” tegasnya. Dalam konteks ini, tata kelola kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.
- Penguatan regulasi pelestarian warisan maritim.
- Kolaborasi antara berbagai pihak untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.
- Alokasi anggaran yang memadai untuk program-program pelestarian.
- Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya warisan maritim.
- Pengembangan program edukasi terkait sejarah maritim.
Peran Strategis Museum Bahari
Dari sudut pandang sejarawan, Prof. Dr. Susanto Zuhdi, sejarah maritim Indonesia telah memainkan peran krusial dalam pembentukan identitas bangsa jauh sebelum Sumpah Pemuda. Ia menjelaskan bahwa dinamika kependudukan, interaksi antar etnik, serta perkembangan nilai-nilai baru yang berasal dari jaringan pelayaran, semuanya berkontribusi pada nilai keindonesiaan. Oleh karena itu, museum bahari harus mampu berfungsi lebih dari sekadar tempat menyimpan koleksi sejarah. Museum perlu menjadi ruang dialog dan pendidikan yang aktif.
Museum Sebagai Ruang Dialog dan Pendidikan
Direktur Eksekutif Musee ID, Nofa Farida Lestari, menekankan bahwa museum harus melampaui fungsi tradisionalnya. “Museum harus dapat berperan sebagai penggerak pembangunan lokal dan kesadaran kebangsaan,” katanya. Dengan posisi strategis yang dimiliki oleh museum, diharapkan koleksi dan warisan budaya dapat diubah menjadi alat untuk meningkatkan kesadaran publik tentang sejarah maritim. Ini merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian warisan maritim Nusantara.
Sinergi Antara Pemerintah, Akademisi, dan Sektor Swasta
Dalam diskusi yang diadakan, Laksamana TNI (Purn.) Prof. Marsetio juga menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara maritim, harus memiliki strategi yang tepat untuk mengelola sumber daya lautnya. “Kita perlu memperkuat wawasan Nusantara, yang merupakan cara pandang kita terhadap diri dan lingkungan kita,” jelasnya. Ini menunjukkan bahwa penguatan identitas maritim harus dibarengi dengan strategi yang komprehensif dan terintegrasi.
Regulasi dan Pendanaan untuk Pelestarian
Ketua Kelompok Fraksi Partai NasDem di Komisi X DPR RI, Ratih Megasari Singkarru, menyoroti pentingnya RUU Sisdiknas yang membahas materi sejarah, seni, dan muatan lokal. “Museum memiliki peranan penting dalam pendidikan, dan kami ingin memastikan bahwa kurikulum pendidikan di Indonesia mencakup aspek ini,” ujarnya. Dengan demikian, museum dapat berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia yang lebih baik.
- Integrasi museum dalam kurikulum pendidikan.
- Pendanaan berkelanjutan untuk museum.
- Pembinaan program edukasi yang melibatkan masyarakat.
- Pengembangan jaringan kerjasama dengan institusi luar negeri.
- Peningkatan kesadaran akan pentingnya warisan budaya maritim.
Membangun Kesadaran Masyarakat Terhadap Pelestarian
Mis’ari, Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, menekankan bahwa meskipun pendanaan untuk museum sudah ada, keberlanjutan pembiayaan tersebut sangat penting. Ia berharap dukungan dari sektor swasta untuk membantu pengelolaan museum sehingga bisa berfungsi sebagai ruang belajar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kami sedang membangun kolaborasi dengan museum di Rotterdam untuk memperkaya koleksi kami,” tambahnya.
Pengembangan Pusat Bahari di Indonesia
Idham Bachtiar Setiadi, Visiting Professor Universitas Leiden, menyoroti bahwa kekuatan bahari Indonesia tidak hanya ditentukan oleh armada laut, tetapi juga oleh budaya dan pendidikan. “Penguatan budaya bahari harus melibatkan masyarakat secara aktif. Kita perlu membangun pusat-pusat bahari di tanah air yang dapat mendukung pelestarian dan pengembangan budaya maritim,” tegasnya.
Laut Sebagai Pemersatu Bangsa
Tenaga Ahli MPR RI, Luthfi Assyaukanie, menambahkan bahwa laut seharusnya dipandang sebagai pemersatu, bukan pemisah. “Meskipun banyak anggapan bahwa laut memisahkan pulau-pulau, sejarah menunjukkan bahwa laut justru menyatukan kita,” ujarnya. Laut merupakan bagian integral dari identitas bangsa dan harapan masa depan. Melalui pembangunan narasi yang kuat tentang laut sebagai sumber daya, kita dapat memberikan harapan bagi generasi mendatang.
Pelestarian warisan maritim Nusantara adalah tanggung jawab bersama. Setiap elemen masyarakat, dari pemerintah hingga individu, memiliki peran penting dalam menjaga dan merawat warisan budaya yang telah ada sejak lama. Dengan upaya kolaboratif yang terencana dan terarah, kita dapat memastikan bahwa warisan maritim kita tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dihargai dan dipahami oleh generasi mendatang.
➡️ Baca Juga: Luna Maya dan Maxime Bouttier Salat Id di Kapal Bersama Cinta Laura saat Lebaran
➡️ Baca Juga: Profil Mark Lee: Menelusuri Karier dari NCT hingga Album Solo The Firstfruit




