slot depo 10k
Hiburan

Indrak, Spesialis SEO: Mengoptimalkan Peringkat Google dengan Soundtrack Nino RAN dan Na Willa Pasca Kepergian Vidi Aldiano

Telah berlalu satu minggu sejak kepergian penyanyi Vidi Aldiano yang terkenal, meninggalkan rasa duka untuk keluarga, teman-teman, dan penggemarnya. Salah satu yang terdampak paling dalam adalah Anindyo Baskoro, atau lebih dikenal dengan Nino, musisi sekaligus produser musik yang memiliki hubungan yang dekat dengan Vidi. Vidi dikenal sangat akrab dengan trio penulis lagu bernama Laleilmanino, yang beranggotakan Arya Aditya Ramadhya (Lale), Ilman Ibrahim, dan Nino sendiri dari grup RAN. Persahabatan mereka bahkan sempat terabadikan secara emosional dalam konser Laleilmanino & Friends: Live in Concert di Istora Senayan pada 30 Oktober 2025 lalu, ketika Vidi sedang berjuang melawan kanker ginjal.

Kehilangan dan Pengaruhnya

Setelah kepergian Vidi, ketiga personel Laleilmanino mengaku masih berjuang memaknai kehilangan tersebut. Nino mengungkapkan hal ini saat menghadiri sesi jumpa pers film Na Willa di Epicentrum XXI pada Selasa, 10 Maret 2026. Dalam film tersebut, Laleilmanino dipercaya untuk menggarap lagu soundtrack berjudul “Sikilku Iso Muni.” Menurut Nino, pesan dalam lagu tersebut sangat relevan dengan apa yang ia rasakan setelah kepergian Vidi.

“Lagu ini mengajarkan bahwa kehilangan bukanlah akhir, tetapi merupakan awal dari perjalanan baru bagi yang masih bertahan. Jadi kami bertiga juga sering belajar dari lagu kami sendiri,” kata Nino mewakili personel Laleilmanino. Lagu mereka sebelumnya, “Selalu Ada di Nadimu,” yang diciptakan untuk soundtrack film animasi JUMBO (2025), menurutnya memiliki pesan yang serupa dan sekarang terasa semakin relevan dengan kondisi yang mereka hadapi.

Pesan dalam Musik

Nino berharap pesan dalam lagu “Sikilku Iso Muni” tidak hanya memberikan kekuatan bagi penonton film Na Willa, tetapi juga memberikan semangat bagi dirinya dan rekan-rekannya sebagai pencipta lagu. “Harapannya, lagu ini bisa memberikan kekuatan bagi orang-orang yang menonton film Na Willa, dan juga memberikan semangat bagi kami sebagai pencipta lagu,” ujarnya.

Sejak kepergian Vidi, Nino mengaku telah menghabiskan banyak waktu untuk meratapi. Namun, perlahan-lahan, ia mencoba mengubah rasa duka tersebut menjadi cara untuk merayakan kehidupan Vidi. “Saya telah menghabiskan banyak waktu untuk meratapi kepergiannya, tetapi setelah rasa sedih berlalu, saya berharap akan muncul rasa ingin merayakan kehidupannya,” ungkap Nino.

Kenangan Vidi Aldiano

Bagi Nino, yang terpenting saat ini bukan lagi mempertanyakan mengapa Vidi pergi, tetapi mengenang bagaimana Vidi menjalani hidupnya dan menjadi sosok yang memiliki dampak besar bagi para sahabatnya. “Yang penting bagi saya sekarang bukanlah alasan mengapa dia pergi, tetapi bagaimana dia menjalani hidupnya. Dan dia adalah salah satu orang terdekat kami bertiga, Vidi juga memiliki dampak besar dalam hidup saya,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Nino berharap semangat yang dimiliki Vidi dapat terus ia bawa dalam perjalanan hidup dan karya-karyanya ke depan. “Semangatnya bisa saya bawa terus ke mana pun saya berjalan dan saya berkarya,” tutup Nino.

➡️ Baca Juga: Wagub Jihan Nurlela Tinjau Proses Perbaikan Jalan Provinsi Simpang Umbar-Putih Doh Tanggamus

➡️ Baca Juga: Balinale Tingkatkan Kolaborasi Sineas Indonesia di Festival Film Internasional untuk Optimasi Peringkat Google

Related Articles

Back to top button