Telkomsel Siapkan Pelatihan untuk Guru Agar Mahir Menggunakan Teknologi AI di Kelas

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membawa dampak signifikan pada dunia pendidikan. Tidak hanya siswa yang perlu beradaptasi dengan inovasi ini, tetapi juga guru. Telkomsel menyadari bahwa guru harus memiliki pemahaman yang memadai tentang teknologi AI untuk dapat mendampingi siswa yang kini semakin mahir dalam penggunaannya. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Telkomsel meluncurkan program “Terpujilah Guru” yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam literasi digital, termasuk pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran.
Pentingnya Pelatihan Guru di Era AI
Dalam era di mana teknologi berkembang pesat, penting bagi guru untuk tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang memahami alat-alat baru dalam pendidikan. Dengan siswa yang semakin cepat mengadopsi teknologi, guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang sejalan. Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications and Responsibility Telkomsel, menekankan bahwa pemahaman tentang AI bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi juga tentang bagaimana teknologi ini dapat memperkaya materi pembelajaran.
Ketika siswa menggunakan AI dalam belajar, guru juga harus mampu mengimbangi dengan cara yang efektif. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan yang tepat, di mana guru diberikan wawasan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan AI dalam pengajaran mereka. Program ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada praktik di lapangan, sehingga guru dapat melihat langsung manfaat dari teknologi ini dalam proses belajar mengajar.
Program Terpujilah Guru: Meningkatkan Kapasitas Pengajaran
Program Terpujilah Guru dirancang dengan tujuan spesifik untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru dalam menggunakan teknologi AI. Dalam program ini, peserta diajak untuk mengikuti serangkaian tahapan seleksi, termasuk mentoring dan bootcamp. Dengan target awal 1.000 hingga 2.000 peserta, Telkomsel berhasil menarik hampir 4.000 guru dari berbagai daerah di Indonesia untuk berpartisipasi, baik secara daring maupun luring.
Proses seleksi yang ketat menghasilkan 12 finalis yang terpilih melalui berbagai tantangan dan pembelajaran. Hal ini menunjukkan komitmen Telkomsel dalam memastikan bahwa program ini tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membangun komunitas guru yang dapat saling mendukung dan berbagi pengalaman.
Adopsi AI dalam Pembelajaran: Manfaat dan Tantangan
Adopsi AI dalam pembelajaran membawa banyak manfaat bagi guru dan siswa. Beberapa di antaranya adalah:
- Peningkatan efektivitas pengajaran.
- Pemanfaatan AI untuk visualisasi materi ajar.
- Peningkatan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
- Penghematan waktu dalam persiapan bahan ajar.
- Pengembangan materi pembelajaran yang lebih interaktif.
Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat tantangan yang harus dihadapi. Guru perlu memahami cara mengintegrasikan AI dengan baik dalam kurikulum yang ada tanpa mengganti silabus. Telkomsel menegaskan bahwa teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti metode pengajaran yang sudah ada.
Peran Guru dalam Era Digital
Di tengah perubahan yang cepat ini, peran guru menjadi semakin penting. Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga mentor yang dapat membimbing siswa dalam menggunakan teknologi dengan bijak. Program Terpujilah Guru memberikan pelatihan mengenai cara menggunakan AI secara positif, agar guru dapat menciptakan konten pembelajaran yang relevan dan menarik. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih dinamis dan efektif.
Andry Priyo Santoso, General Manager Corporate Social & Responsibility Telkomsel, menjelaskan bahwa tujuan dari program ini adalah memberdayakan guru untuk membuat materi yang dapat digunakan langsung di kelas. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di masa depan.
Pendidikan Berkelanjutan: Jejaring Alumni dan Kolaborasi
Untuk memastikan bahwa pembelajaran tidak berhenti setelah program selesai, Telkomsel membuka peluang untuk membangun jejaring alumni. Ini memberikan kesempatan bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, materi, dan strategi pembelajaran. Isti Ayu Sofiyanti, GM Corporate Communications Telkomsel, menekankan pentingnya kolaborasi antara alumni untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
Selain itu, Telkomsel juga berencana untuk berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam penguatan kompetensi guru terkait coding dan AI. Diskusi ini bertujuan untuk mengembangkan program yang lebih komprehensif dan terintegrasi di dalam sistem pendidikan Indonesia.
Monitoring dan Evaluasi Dampak Program
Setelah program selesai, Telkomsel akan memantau dampak dari pelatihan yang telah diberikan kepada 12 finalis. Para finalis diharapkan dapat berperan sebagai local hero yang membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka kepada guru lain di daerah masing-masing. Hal ini tidak hanya memperluas jangkauan program, tetapi juga memastikan bahwa manfaat dari pelatihan dapat dirasakan lebih luas lagi.
Dengan pendekatan yang sistematis dan terencana, Telkomsel berkomitmen untuk mendukung guru dalam memahami dan memanfaatkan teknologi AI. Ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, agar dapat bersaing di kancah global.
Kesimpulan
Dengan hadirnya program pelatihan untuk guru dalam penggunaan teknologi AI, diharapkan pendidikan di Indonesia dapat mengalami transformasi positif. Guru yang terampil dalam memanfaatkan teknologi akan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa. Pelatihan ini bukan hanya sekedar menambah pengetahuan, tetapi juga membekali guru dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
➡️ Baca Juga: James F. Sundah, Pencipta Lagu “Lilin-Lilin Kecil”, Jalani Perawatan Intensif di New York
➡️ Baca Juga: Perpanjangan SIM Hingga 31 Maret 2026, Manfaatkan Dispensasi Lebaran Ini!




