Pemprov Maksimalkan Penggunaan Bed Dryer untuk Meningkatkan Kualitas dan Nilai Jual Hasil Pertanian

Pemanfaatan teknologi modern dalam sektor pertanian menjadi sangat krusial untuk meningkatkan kualitas serta nilai jual hasil pertanian. Di Provinsi Lampung, langkah ini diambil dengan mengoptimalkan penggunaan mesin bed dryer. Mesin ini tidak hanya mempercepat proses pengeringan, tetapi juga membantu menjaga kualitas gabah setelah panen. Dengan adanya inovasi ini, petani diharapkan dapat merasakan manfaat yang signifikan dalam usaha mereka.
Inovasi dalam Pengolahan Hasil Pertanian
Pada tanggal 14 Agustus 2026, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan kunjungan untuk meninjau penggunaan bed dryer di Desa Sumber Agung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Desaku Maju yang bertujuan untuk memperkuat pengolahan hasil pertanian di tingkat desa.
Menurut Gubernur Mirza, penerapan teknologi bed dryer merupakan solusi efektif untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi petani saat melakukan pengeringan gabah. Dengan menggunakan bed dryer, petani tidak lagi tergantung sepenuhnya pada sinar matahari, yang prosesnya seringkali terhambat oleh cuaca buruk, terutama saat musim hujan.
Dampak Positif dari Bed Dryer
“Program Desaku Maju ini bertujuan agar desa tidak hanya menjual produk mentah, tetapi juga dapat memproduksi beras berkualitas tinggi serta pakan ternak,” jelas Mirza. Pengeringan gabah yang dilakukan di desa memungkinkan proses pascapanen menjadi lebih cepat dan efisien, serta memberikan keuntungan dalam hal penyimpanan dan pemasaran hasil panen.
Gabah yang sudah mencapai tingkat kekeringan yang ideal dapat disimpan lebih lama, memberikan petani fleksibilitas lebih dalam menentukan waktu penjualan. “Ini akan berpengaruh pada harga gabah, yang berpotensi meningkat. Selain itu, petani tidak perlu khawatir harga akan jatuh, karena gabah yang sudah kering bisa disimpan dengan baik hingga satu tahun,” tambahnya.
Meningkatkan Efisiensi Distribusi
Pengeringan gabah di tingkat desa juga berkontribusi pada peningkatan efisiensi distribusi. Mirza menjelaskan bahwa gabah yang masih basah membawa beban air yang cukup berat dalam proses pengangkutan. “Dengan mengeringkan gabah di desa, kendaraan yang melintas akan lebih ringan dan lebih sedikit, sehingga infrastruktur jalan desa dapat terjaga dengan lebih baik,” ujarnya.
Oleh karena itu, Mirza menggarisbawahi bahwa keberadaan bed dryer bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi juga harus menjadi bagian dari perubahan paradigma dalam pengelolaan hasil pertanian di desa. Setelah melalui proses pengeringan, gabah dapat diproses lebih lanjut menjadi berbagai produk turunan, yang pada gilirannya akan meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat desa.
Peran Generasi Muda dalam Pertanian
Pengembangan pengolahan hasil pertanian juga perlu melibatkan peran aktif generasi muda. Mirza berpendapat bahwa anak-anak muda memiliki potensi besar untuk mengoperasikan teknologi, mengembangkan produk, menciptakan merek, serta memperluas pemasaran hasil pertanian. “Anak muda harus lebih dari sekadar petani. Mereka perlu berkontribusi pada hilirisasi komoditas agar dapat memberikan nilai tambah,” tegasnya.
Strategi untuk Mengurangi Biaya Produksi
Gubernur juga menekankan pentingnya pengembangan agroindustri di desa disertai dengan upaya menekan biaya produksi. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk mendukung pengembangan input pertanian secara mandiri, seperti pupuk organik cair (POC). Dengan melaksanakan proses produksi, pengeringan, pengolahan, hingga pemasaran secara terintegrasi di desa, nilai ekonomi yang berputar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
- Peningkatan kualitas gabah dan produk turunan
- Pengembangan akses pasar yang lebih luas
- Peningkatan efisiensi distribusi
- Pengurangan ketergantungan pada cuaca
- Peran aktif generasi muda dalam inovasi
Inisiatif Penguatan Pascapanen
Untuk mendukung penguatan pascapanen, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyalurkan 82 unit mesin bed dryer ke 12 kabupaten dan satu kota pada tahun 2026. Di Kabupaten Pringsewu, dua unit bed dryer ditempatkan di Desa Sumber Agung dan Desa Tanjung Anom, Kecamatan Ambarawa. Ini merupakan langkah awal yang menunjukkan komitmen untuk meningkatkan hasil pertanian di daerah tersebut.
Sebelumnya, pada tahun 2025, Kabupaten Pringsewu juga telah menerima tiga unit dryer yang ditempatkan di Desa Mataram dan Desa Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo. Hal ini telah memberikan dampak positif langsung bagi petani di daerah tersebut.
Testimoni Petani tentang Bed Dryer
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sumber Agung, Tasbiah, menjelaskan bahwa sebelum adanya bed dryer, petani harus mengeringkan gabah secara manual bergantung pada cuaca. “Ketika musim hujan, proses pengeringan bisa berlangsung lama, dan ini sangat merepotkan,” ujarnya.
Dengan adanya bed dryer, proses pengeringan menjadi lebih cepat dan efisien. “Setelah menggunakan alat ini, alhamdulillah, kami dapat mengeringkan gabah langsung setelah panen,” tambahnya. Hal ini membuat proses pascapanen menjadi lebih mudah dan tidak tergantung pada kondisi cuaca.
Perubahan Waktu Pengeringan
Ketua Kelompok Tani Sumber Tani, Sandi, menekankan bahwa efisiensi waktu menjadi salah satu perubahan signifikan setelah kelompok tani mulai menggunakan bed dryer. Sebelumnya, proses pengeringan gabah dapat memakan waktu hingga 15 hari untuk kapasitas 20 ton, yang tentunya berdampak pada kualitas hasil panen.
“Dengan adanya bed dryer, proses pengeringan menjadi lebih terkontrol. Kami kini dapat menjaga kualitas gabah dan bahkan mengembangkan produk turunan,” katanya. Sandi berharap bahwa fasilitas ini dapat membantu kelompok tani untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai ekonomi dari hasil pertanian mereka.
Penguatan Ekosistem Pertanian di Tingkat Desa
Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen untuk menguatkan ekosistem pertanian di tingkat desa melalui Program Desaku Maju. Mulai dari produksi, pengeringan, pengolahan, hingga pemasaran, semua aspek ini diharapkan dapat terintegrasi dengan baik. Dengan demikian, hasil pertanian tidak lagi hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang memberikan manfaat lebih besar bagi petani dan perekonomian desa.
Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan sektor pertanian di Provinsi Lampung dapat berkembang pesat, memberikan keuntungan yang berkelanjutan bagi petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Inovasi seperti penggunaan bed dryer menjadi salah satu kunci untuk mencapai tujuan tersebut, serta memperkuat posisi petani dalam pasar yang semakin kompetitif.
➡️ Baca Juga: Kabar Olahraga Terkini: Menggali Mental Bertanding Atlet Profesional untuk Kesuksesan
➡️ Baca Juga: Lawan Arus di Tol Jakarta Cikampek dari KM 70 Menuju KM 47 untuk Mengatasi Kemacetan




