BRI Ungkap Tiga Strategi UMKM Indonesia untuk Menembus Pasar Global dengan Sukses

Dalam era globalisasi yang semakin pesat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia dihadapkan pada tantangan serta peluang untuk bersaing di pasar internasional. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau BRI, mengambil inisiatif penting untuk mendukung UMKM agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan menjangkau pasar global. Melalui pendekatan yang komprehensif, BRI berupaya mengatasi berbagai kendala yang dihadapi UMKM, tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga memperkuat kapasitas operasional dan pengetahuan keuangan, serta membuka akses ke pasar internasional.
Tantangan yang Dihadapi UMKM Indonesia
Dalam forum ekonomi yang bertajuk “The Future of Indonesia’s Exports: Transforming Towards Value-Added, Competitive and Sustainable Growth”, Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y. S., mengemukakan tantangan utama yang dihadapi UMKM dalam menembus pasar ekspor. Forum ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi. Dippo menekankan bahwa ada tiga tantangan utama yang harus diatasi agar lebih banyak UMKM Indonesia bisa bersaing di pasar internasional.
Kapasitas Usaha dan Kualitas Produksi
Aspek pertama yang perlu diperhatikan adalah kapasitas usaha dan kualitas produksi. Tanpa adanya peningkatan dalam kedua aspek ini, UMKM akan kesulitan memenuhi permintaan pasar global yang semakin kompleks. BRI berkomitmen untuk memberikan dukungan dalam hal ini dengan menyediakan pembiayaan yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbaiki kualitas produk yang dihasilkan.
Literasi Keuangan
Selanjutnya, literasi keuangan menjadi faktor penting lainnya. Banyak pelaku UMKM yang masih kurang memahami pengelolaan keuangan yang baik, yang dapat menghambat mereka dalam membuat keputusan bisnis yang strategis. BRI hadir dengan program pendampingan yang fokus pada peningkatan pemahaman keuangan, agar pelaku usaha dapat mengelola sumber daya mereka secara efisien.
Akses Bisnis
Tantangan ketiga adalah akses bisnis. Meskipun sudah memiliki produk yang berkualitas dan pengelolaan keuangan yang baik, tanpa jaringan dan akses yang memadai, UMKM akan kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas. BRI berusaha membuka akses ini dengan memanfaatkan jaringan internasional yang ada dan memberikan informasi yang diperlukan untuk memasuki pasar ekspor.
Pembiayaan sebagai Fondasi Utama
Pembiayaan menjadi salah satu elemen fundamental dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Menurut Dippo, kemampuan untuk mendapatkan modal yang cukup memungkinkan pelaku usaha untuk memperluas skala bisnis mereka. Dengan modal yang cukup, UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh pasar internasional yang lebih besar.
Portofolio Kredit BRI untuk UMKM
Komitmen BRI dalam membantu UMKM tercermin pada portofolio kreditnya. Hingga akhir triwulan II 2026, kredit yang disalurkan kepada segmen UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun, mencatat pertumbuhan sebesar 8,6% secara tahunan. Angka ini menunjukkan bahwa sekitar 75,1% dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan untuk mendukung UMKM, sebuah langkah yang menunjukkan keseriusan BRI dalam memberdayakan sektor ini.
Pentingnya Tata Kelola Usaha yang Baik
Namun, Dippo menegaskan bahwa akses pembiayaan saja tidak cukup untuk membawa UMKM ke panggung global. Pelaku usaha juga harus memiliki pemahaman yang baik tentang tata kelola usaha. Pasar ekspor memiliki tuntutan yang lebih kompleks, termasuk kebutuhan akan transparansi keuangan dan kemampuan untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh calon pembeli.
Strategi Pendampingan dari BRI
Untuk mendukung UMKM dalam mengatasi tantangan ini, BRI tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga program pendampingan yang komprehensif. Program ini mencakup:
- Pelatihan manajemen keuangan untuk meningkatkan literasi keuangan.
- Workshop tentang peningkatan kualitas produk.
- Pemberian informasi pasar yang terkini dan relevan.
- Pengembangan jaringan bisnis untuk akses pasar yang lebih luas.
- Pengawasan dan evaluasi berkala untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Peran Teknologi dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM
Di era digital saat ini, teknologi juga berperan penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Pemanfaatan platform online dapat membantu UMKM menjangkau pelanggan di seluruh dunia. BRI berkomitmen untuk membantu UMKM dalam mengadopsi teknologi melalui pelatihan dan penyediaan alat yang diperlukan untuk beroperasi secara efisien di dunia digital.
Pentingnya Branding dan Pemasaran
Branding dan pemasaran yang efektif juga menjadi kunci untuk menarik perhatian pasar global. UMKM perlu menyusun strategi pemasaran yang tidak hanya menjelaskan produk mereka, tetapi juga nilai tambah yang ditawarkan. BRI menyediakan dukungan dalam hal ini dengan membantu UMKM merancang kampanye pemasaran yang sesuai dengan target pasar yang ingin dijangkau.
Kesadaran akan Standar Internasional
Selain itu, UMKM harus memahami dan mematuhi standar internasional yang berlaku. Ini mencakup sertifikasi produk, standar kualitas, dan regulasi yang berbeda di setiap negara. BRI membantu pelaku usaha dengan memberikan informasi dan sumber daya yang diperlukan untuk memenuhi standar tersebut, sehingga produk mereka dapat diterima di pasar internasional.
Peluang Pasar Global untuk UMKM
Dengan berbagai dukungan yang diberikan, UMKM Indonesia memiliki peluang yang besar untuk menembus pasar global. Produk-produk lokal yang berkualitas tinggi memiliki potensi untuk bersaing dengan produk internasional. Melalui upaya bersama antara BRI dan para pelaku UMKM, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, BRI memiliki peran krusial dalam memfasilitasi pertumbuhan UMKM Indonesia menuju pasar global. Dengan memperhatikan kapasitas usaha, literasi keuangan, dan akses bisnis, serta dengan dukungan pembiayaan yang tepat, UMKM dapat meningkatkan daya saingnya. Untuk mencapai tujuan ini, pelaku usaha juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memahami standar internasional yang berlaku.
➡️ Baca Juga: Cinta dan Rangga Kembali dalam Film Pendek Setelah Sepuluh Tahun Menghilang
➡️ Baca Juga: Pendaftaran SPPI KDKMP Resmi Dibuka: Syarat, Link, dan Cara Daftar yang Harus Diketahui




