Disbudpar Kota Bandung Tingkatkan Branding Bandara Internasional Husein Sastranegara

Bandung, sebagai salah satu kota tujuan wisata utama di Indonesia, kini semakin memperkuat citra pariwisatanya melalui pengembangan branding yang strategis di Bandara Internasional Husein Sastranegara. Dengan kembalinya operasional penerbangan komersial, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung berkomitmen untuk memaksimalkan potensi bandara ini sebagai gerbang utama bagi para wisatawan yang datang ke kota yang dikenal dengan berbagai keindahan alam dan budayanya.
Pentingnya Branding Bandara Internasional Husein Sastranegara
Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menyatakan bahwa penguatan branding ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara Pemerintah Kota Bandung, pihak pengelola bandara, serta sektor swasta. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi wisatawan sejak mereka menginjakkan kaki di bandara.
Bandara Internasional Husein Sastranegara memiliki posisi yang sangat strategis, di mana ia berfungsi sebagai salah satu pintu masuk utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan dan keunikan Kota Bandung. Oleh karena itu, penting untuk menampilkan identitas kota ini dengan jelas dan menarik sejak kedatangan pertama para tamu.
Kolaborasi untuk Branding yang Efektif
“Kami melakukan upaya branding ini dengan melibatkan berbagai pihak. Pemerintah Kota Bandung, pengelola bandara, serta sektor swasta telah bersinergi untuk mewujudkan visi bersama dalam mempromosikan Bandung,” ungkap Adi dalam sebuah pernyataan di Balai Kota Bandung. Ia menambahkan bahwa meski proses branding ini masih dalam tahap pengembangan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperbaiki dan mematangkan konsep yang ada.
Elemen Visual dalam Branding Bandara
Salah satu aspek yang menjadi fokus dalam branding adalah penggunaan ornamen dan elemen visual yang khas dan mencerminkan karakteristik Kota Bandung. Di area bandara, terdapat tempat duduk yang didesain khusus dan elemen berbentuk kabin, yang merupakan bagian dari konsep visual tersebut.
Di samping itu, bandara juga dilengkapi dengan layar LED yang membentang sepanjang sekitar 10 meter, menampilkan berbagai pesan yang bernuansa Bandung. Ini merupakan cara yang efektif untuk menyampaikan pesan kepada para pengunjung mengenai kekayaan budaya dan keramahan kota ini.
Ungkapan Khas yang Memperkuat Identitas
Adi juga menekankan pentingnya penggunaan ungkapan khas seperti “wilujeng landing” dan “sampurasun” dalam menyambut kedatangan penumpang. Penggunaan frasa-frasa ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan menyentuh bagi para wisatawan yang datang.
- Pengenalan identitas budaya lokal
- Penggunaan ornamen khas
- Pesan sambutan yang bersahabat
- Desain visual yang menarik
- Inisiatif kolaboratif antara pemangku kepentingan
Persetujuan dan Kerja Sama dengan Desainer
Konsep branding yang diterapkan di Bandara Husein Sastranegara telah mendapatkan persetujuan dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Pengembangan ini dilakukan melalui kerja sama yang erat dengan desainer, untuk memastikan bahwa setiap elemen yang dihadirkan mampu mewakili esensi dan keindahan Kota Bandung.
Karya Seni sebagai Representasi Inklusivitas
Selain ornamen visual, branding di Bandara Husein juga menyertakan karya seni yang membawa pesan tentang inklusivitas dan keberagaman. Salah satu karya yang menonjol adalah lukisan dari penyandang disabilitas bernama Muhammad Syafiq, atau lebih dikenal dengan Oki. Karya seni ini sebelumnya ditampilkan dalam acara Asia Afrika Festival, dan kini menjadi bagian dari pengalaman visual di bandara.
Karya tersebut memiliki nilai yang dalam, tidak hanya karena keindahan seninya, tetapi juga karena mampu menyampaikan pesan bahwa Bandung adalah kota yang terbuka dan inklusif. Hal ini sejalan dengan visi Wali Kota yang menginginkan agar setiap individu, tanpa memandang latar belakang, dapat memberikan kontribusi melalui kreativitas mereka.
Mewujudkan Kota yang Terbuka dan Inklusif
Adi menambahkan, “Lukisan ini adalah salah satu contoh nyata bahwa Bandung adalah kota inklusif, di mana siapa pun dapat berpartisipasi dalam pembangunan melalui seni dan budaya.” Pesan ini sangat penting untuk disampaikan, terutama di era di mana keberagaman menjadi salah satu kekuatan dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Dengan demikian, melalui inisiatif branding yang dilakukan di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Kota Bandung berkomitmen untuk menunjukkan bahwa ia adalah kota yang tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga ramah dan inklusif bagi semua orang.
Monitoring dan Evaluasi Penerbangan
Seiring dibukanya kembali penerbangan Garuda Indonesia di bandara ini, Disbudpar akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan operasional penerbangan berjalan dengan baik. Meskipun baru berjalan dalam waktu yang relatif singkat, pihaknya berupaya untuk mengevaluasi dan meningkatkan pengalaman para penumpang.
Dengan langkah-langkah yang diambil untuk memperkuat branding Bandara Internasional Husein Sastranegara, diharapkan pengalaman wisatawan dapat semakin diperbaiki, menjadikan Bandung sebagai salah satu destinasi utama yang menarik untuk dikunjungi di Indonesia.
➡️ Baca Juga: 7 Rekomendasi Skincare Lokal Aman untuk Ibu Hamil, Lindungi Kulit Sensitif Anda
➡️ Baca Juga: Pembukaan Selat Hormuz Diperbincangkan Petinggi Militer 30 Negara, Harga Minyak Turun




