slot depo 10k slot depo 10k
Nasional

Keluarga Korban Pembajakan Kapal Somalia Minta Dukungan dan Bantuan Pemerintah

GOWA – Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, keluarga dari para korban pembajakan kapal tanker Honour 25 yang terjadi di perairan Somalia, kini mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian serta dukungan dalam upaya penyelamatan. Sitti Aminah, ibu dari kapten kapal tersebut, mengharapkan agar Presiden Prabowo Subianto segera mengambil tindakan guna memastikan keselamatan para awak kapal yang saat ini masih ditahan oleh perompak.

Peristiwa Pembajakan yang Mengguncang

Insiden pembajakan ini terjadi pada tanggal 21 April 2026, ketika 17 kru kapal berbendera Oman itu diculik, termasuk empat orang yang merupakan warga negara Indonesia (WNI). Kejadian ini bukan hanya menjadi sorotan nasional, tetapi juga menarik perhatian internasional mengenai keamanan pelayaran di kawasan tersebut.

Permohonan Keluarga untuk Tindakan Segera

Sitti Aminah mengungkapkan harapannya secara langsung kepada presiden, menegaskan bahwa keselamatan para sandera harus menjadi prioritas utama. Saat ditemui di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Minggu, 26 April, ia meminta agar pemerintah tidak mengabaikan situasi yang mengancam nyawa para awak kapal.

“Saya mohon kepada Pak Prabowo, bantu anak saya. Anak saya dalam keadaan terdesak dan meminta pertolongan,” ungkapnya dengan penuh harapan.

Kondisi Kapal dan Ancaman yang Dihadapi

Menurut informasi yang diperoleh, kapal tanker yang mengangkut minyak tersebut sedang dalam perjalanan dari Oman menuju Somalia ketika pembajakan terjadi. Sitti Aminah berharap pemerintah segera melakukan tindakan konkret untuk menyelamatkan para awak kapal dari situasi berbahaya ini.

Kisah Terakhir Sebelum Pembajakan

Santi Sanjaya, istri salah satu korban berusia 26 tahun, menceritakan komunikasi terakhirnya dengan suaminya sebelum insiden tersebut. Pada tanggal 20 April, ia melakukan panggilan video sekitar pukul 19.30 WITA dan mendapatkan kabar bahwa kapal mereka berada dalam risiko diserang oleh perompak.

“Setelah itu saya mencoba menghubungi kembali, tetapi ponselnya hanya aktif tanpa ada respons. Beberapa jam kemudian, ponsel suaminya tidak aktif lagi,” jelasnya, menambahkan bahwa saat terakhir berbicara, suaminya dalam keadaan baik di kapal.

Situasi Mencekam di Atas Kapal

Santi juga mengungkapkan bahwa situasi di kapal sering kali berubah dengan cepat. Ketegangan meningkat saat para perompak merasa terancam. Suaminya sempat menyampaikan bahwa para perompak meminta tebusan dan mengancam akan mengeksekusi awak kapal jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Proses Negosiasi dan Harapan Keluarga

Sampai saat ini, jumlah tebusan yang diminta oleh para perompak belum diketahui karena proses negosiasi antara pihak terkait masih berlangsung. Keluarga korban merasa cemas karena belum menerima informasi resmi dari pemerintah maupun pihak perusahaan terkait langkah-langkah yang diambil untuk menyelamatkan para awak kapal.

  • Keluarga berharap agar pemerintah segera bertindak untuk menyelamatkan para korban.
  • Negosiasi untuk membebaskan awak kapal masih berlangsung.
  • Belum ada informasi resmi terkait langkah pemerintah.
  • Situasi di kapal sangat mencekam, dengan ancaman dari perompak.
  • Keluarga berharap agar para awak kapal dapat pulang dengan selamat.

Santi menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah. “Kami berharap pemerintah segera memberikan bantuan agar suami saya dan teman-temannya bisa pulang dengan selamat,” ujarnya penuh harap.

Profil Para Korban dan Latar Belakang

Suami Santi, yang merupakan kapten kapal, telah menjabat posisi tersebut sejak Januari 2026 dan memiliki rencana untuk kembali ke Indonesia setelah kontrak kerjanya berakhir. Di antara empat WNI yang menjadi korban, dua di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan, sementara satu orang masing-masing berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pentingnya Tindakan Diplomatik dan Penyelamatan

Keluarga dari para korban kini menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk mengambil langkah-langkah diplomatik dan tindakan penyelamatan secepatnya. Mereka sangat berharap agar para awak kapal dapat kembali dengan selamat ke tanah air mereka.

Dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan ini, keterlibatan pemerintah menjadi krusial untuk memastikan keselamatan para sandera. Keluarga para awak kapal berharap agar suara mereka didengar dan diambil tindakan yang tepat demi keselamatan nyawa orang-orang terkasih mereka.

➡️ Baca Juga: Workout Fleksibel yang Mudah Disesuaikan untuk Menyiasati Jadwal Padat Anda

➡️ Baca Juga: Transjakarta Perpanjang Jam Layanan Rute Prioritas Arus Balik Mudik 25-29 Maret

Related Articles

Back to top button