slot depo 10k slot depo 10k
Viral

Mitos dan Fakta: Apakah Tepung Efektif Memadamkan Api dengan Aman?

Saat ini, banyak yang mempertanyakan, apakah tepung dapat digunakan untuk memadamkan api? Pertanyaan ini semakin hangat diperbincangkan setelah pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi penggunaan tepung dari bahan ubi atau singkong dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sebuah rapat koordinasi yang berlangsung di Sumatera Selatan pada 24 Agustus 2026. Dalam pertemuan itu, ia menyarankan agar bahan yang berbasis singkong ini diteliti lebih mendalam dan diuji efisiensinya. Diskusi juga mencakup kemungkinan produksi dalam skala besar dan penggunaannya melalui helikopter atau pesawat tempur.

Konsep ini kemudian dikenal dengan istilah “ubi bombing”.

Namun, apakah ini berarti kita dapat mengambil tepung dari dapur dan menaburkannya ke api? Tentu saja, situasinya tidak sesederhana itu.

Artikel ini akan mengungkap mitos dan fakta terkait kemampuan tepung dalam memadamkan api. Mari kita telusuri lebih dalam!

MITOS: Semua Tepung Dapat Memadamkan Api

Pernyataan bahwa “tepung bisa memadamkan api” sering kali disalahartikan.

Tidak semua jenis tepung, seperti tepung terigu, tepung tapioka, atau tepung singkong yang biasa kita temukan di dapur, dapat dijadikan pengganti alat pemadam kebakaran.

Tepung adalah bahan organik yang kaya akan karbohidrat. Dalam kondisi tertentu, partikel tepung yang sangat halus dan tersebar di udara dapat berfungsi sebagai debu mudah terbakar, atau combustible dust.

Occupational Safety and Health Administration (OSHA) bahkan mengklasifikasikan bahan seperti tepung, pati, biji-bijian, dan gula sebagai material yang dapat menimbulkan risiko kebakaran atau ledakan debu di kondisi tertentu.

Oleh karena itu, mendengar istilah “tepung pemadam api” tidak berarti kita bisa sembarangan menaburkan tepung ke api di rumah kita.

FAKTA: Pati Singkong Memiliki Potensi dalam Formulasi Fire Retardant

Di sisi lain, ada dasar ilmiah yang mendukung penggunaan pati singkong sebagai bahan dalam formulasi fire retardant.

BRIN mengungkapkan bahwa pati singkong dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemadam api berbasis pati jika dilakukan rekayasa dan formulasi yang tepat dengan komponen tertentu.

Pati singkong tidak bekerja sendiri dalam formulasi ini. Ia dikombinasikan dengan ammonium polyphosphate (APP), air, dan bahan pembasah.

Cara kerjanya juga tidak hanya sebatas menutupi api. Di sini, air berperan dalam menyerap panas dan menurunkan suhu bahan bakar. Pati singkong yang telah dimodifikasi berkontribusi dalam meningkatkan daya rekat serta mempertahankan cairan pada permukaan vegetasi.

Sementara itu, bahan pembasah membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar yang ada. APP berperan dalam mekanisme ketahanan api ketika material terpapar panas.

Dengan kata lain, yang berfungsi adalah formulasi khusus tersebut, bukan tepung singkong dalam bentuk mentah.

MITOS: Tepung Singkong Murni Aman Dilemparkan ke Api

Penting untuk memahami bahwa pati atau tepung yang berasal dari tanaman tetap merupakan material organik yang dapat terbakar. Saat partikelnya sangat halus dan tersuspensi di udara dalam konsentrasi tertentu, dan bertemu dengan sumber api, debu tersebut dapat dengan cepat terbakar, bahkan berpotensi menimbulkan ledakan.

Material yang mudah terbakar dapat menjadi bahaya ledakan saat berada dalam bentuk partikel halus dan tersuspensi di udara dalam kondisi yang tepat. Tepung termasuk dalam kategori material tersebut.

Oleh karena itu, tidak pernah disarankan untuk menguji klaim ini dengan menaburkan tepung ke api di rumah.

Alih-alih memadamkan api, tindakan tersebut justru dapat menciptakan situasi yang jauh lebih berbahaya.

FAKTA: “Tepung Pemadam” Memiliki Mekanisme yang Berbeda

Formulasi yang berbasis pati yang sedang dikembangkan sebenarnya bukan sekadar bubuk yang dilemparkan ke sumber api.

BRIN menjelaskan bahwa pati singkong dapat dimodifikasi untuk memiliki karakteristik tertentu, termasuk kemampuan membentuk lapisan, viskositas, dan kemampuan mempertahankan air.

Bahan tersebut kemudian diformulasikan dengan komponen lain seperti fosfat dan bahan pembasah.

Ketika terkena panas, APP dapat menghasilkan senyawa yang membantu mengarahkan proses dekomposisi material vegetasi menuju pembentukan char atau residu karbon.

Lapisan yang terbentuk dapat membantu menghambat perpindahan panas dan massa serta mengurangi kontak antara bahan bakar dengan oksigen.

Dengan demikian, lebih tepat jika teknologi ini disebut sebagai formulasi fire retardant berbasis pati, bukan sekadar “tepung dapur untuk memadamkan api”.

Apakah Teknologi Ini Sudah Terbukti Efektif?

Perlu dicatat bahwa tepung pati belum bisa dianggap sebagai teknologi pemadam api yang universal.

Karena masih dalam tahap pengembangan, formulasi ini memerlukan berbagai pengujian untuk mengevaluasi efektivitas, keamanan, serta dampaknya terhadap lingkungan.

BRIN juga menekankan pentingnya validasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan. Pemerintah pun meminta agar efektivitas bahan ini diuji, termasuk kemungkinan penggunaannya dalam skala besar.

Artinya, saat ini masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa “ubi bombing” lebih efektif dibandingkan metode water bombing atau bisa menjadi pengganti semua metode pemadaman karhutla yang ada.

Teknologi baru memerlukan bukti, bukan sekadar klaim.

Jangan Samakan Karhutla dengan Kebakaran di Rumah!

Penting untuk diingat, bahan berbasis pati singkong yang sedang dikembangkan ditujukan untuk konteks kebakaran vegetasi atau karhutla dengan formulasi tertentu. Sementara itu, tepung yang ada di dapur kita adalah bahan makanan, bukan alat pemadam kebakaran.

Bahkan, tepung dalam bentuk debu dapat berpotensi menjadi combustible dust dalam kondisi tertentu.

Jadi, jangan pernah menggunakan tepung sebagai pengganti alat pemadam api ringan hanya karena mendengar tentang “ubi bombing”.

Untuk kebakaran di rumah, selalu gunakan metode pemadaman yang sesuai dengan jenis kebakaran tersebut. Jika api sudah menyala besar atau tidak dapat dikendalikan dengan aman, segera tinggalkan area dan hubungi layanan pemadam kebakaran.

Jadi, Tepung Bisa Memadamkan Api: Fakta atau Mitos?

Setelah meninjau konteksnya, jawabannya menjadi lebih jelas.

Tepung yang biasa digunakan dalam memasak bukanlah alat pemadam kebakaran. Bahkan, tepung dalam bentuk debu dapat menjadi sumber bahaya kebakaran atau ledakan dalam kondisi tertentu.

Namun, pati singkong memang memiliki potensi untuk menjadi komponen dalam formulasi fire retardant ketika dimodifikasi dan dikombinasikan dengan bahan lain seperti ammonium polyphosphate, air, dan bahan pembasah.

Inilah yang membuat pernyataan mengenai “ubi bombing” tidak dapat disederhanakan menjadi “tepung bisa memadamkan api”.

Ada teknologi dan formulasi yang sedang dikembangkan, proses pengujian yang harus dilakukan, dan perbedaan signifikan antara bahan tersebut dengan tepung yang biasa kita gunakan untuk memasak.

Oleh karena itu, saat melihat tepung di dapur, jangan terburu-buru berpikir, “Wah, ini bisa jadi alat pemadam api.”

➡️ Baca Juga: Penertiban PKL Monumen Perjuangan Akan Fokus pada Pasar Tumpah Minggu Ini

➡️ Baca Juga: Pertamina Enduro Raih Kemenangan atas Phonska dan Pertahankan Posisi di Puncak Final Four Proliga 2026

Back to top button