Sarwendah Tetapkan Syarat Tes Kesehatan Sebelum Bertemu Anak, Ruben Onsu Beri Tanggapan

Jakarta – Isu seputar hak asuh dan akses pertemuan antara Ruben Onsu dan Sarwendah setelah perceraian mereka kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben mengungkapkan keberatan terhadap syarat pemeriksaan kesehatan yang harus dipenuhi sebelum dia dapat bertemu dengan anak-anaknya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Ruben, Tiffani Setiawaty, usai mendampingi kliennya dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 29 Agustus 2026. Tiffani mempertanyakan alasan di balik diberlakukannya syarat pemeriksaan kesehatan tersebut oleh Sarwendah, yang sebelumnya tidak pernah disampaikan ketika Ruben ingin bertemu dengan anak-anaknya.
Pengajuan Syarat Tes Kesehatan
Tiffani mengungkapkan rasa herannya terhadap keputusan Sarwendah yang baru mengajukan syarat tes kesehatan ini. “Silakan tanyakan kepada pihak Sarwendah mengapa syarat ini baru diajukan sekarang. Apa yang berbeda dari situasi sebelumnya? Bukankah semuanya sama?” ungkap Tiffani, seperti yang dilansir dari kanal YouTube STARPRO Indonesia pada Kamis, 3 September 2026. Ia juga menyoroti momen ketika Ruben ingin menjalankan ibadah umrah, di mana tidak ada syarat kesehatan yang disampaikan pada saat itu.
Ketidakpastian atas Syarat yang Diberlakukan
Dari sudut pandang Tiffani, jika pemeriksaan kesehatan memang menjadi syarat, hal itu seharusnya telah disampaikan jauh-jauh hari. “Jika ada syarat, seharusnya pada saat Ruben akan berangkat umrah, sudah ada informasi jelas mengenai syarat tersebut. Kenyataannya, tidak ada,” lanjutnya. Tiffani juga mempertanyakan sumber informasi yang menyatakan bahwa Ruben perlu pengawasan khusus terkait kesehatan, termasuk dugaan bahwa dia mengonsumsi obat-obatan tertentu.
- Tidak ada informasi jelas tentang obat yang dikonsumsi Ruben.
- Hak ayah dan ibu tetap tidak berubah dalam hal pertemuan dengan anak.
- Proses hukum dapat membantu menjelaskan situasi kesehatan Ruben.
- Persyaratan baru ini dinilai tidak konsisten dan tidak adil.
- Ruben berkomitmen untuk memenuhi kewajiban sebagai ayah.
Tanggapan Ruben Mengenai Hasil Pemeriksaan Kesehatan
Mengenai hasil tes kesehatan Ruben, Tiffani mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada para ahli dan dalam proses persidangan yang sedang berlangsung. “Hasil yang kami dapatkan adalah bahwa tes kesehatan Ruben menunjukkan hasil non-reaktif,” jelas Tiffani. Dia kembali mempertanyakan dasar hukum yang digunakan untuk menetapkan pemeriksaan kesehatan sebagai syarat bagi Ruben untuk bisa bertemu dengan anak-anaknya.
Keabsahan Syarat yang Diberlakukan
Menurut Tiffani, jika syarat tersebut memang dianggap penting, seharusnya sudah diterapkan dari awal. “Kenapa syarat ini baru muncul sekarang? Jika memang ada keharusan, kenapa tidak diberlakukan sebelumnya?” tanyanya dengan tegas. Tiffani mencatat bahwa situasi ini semakin memperumit hubungan antara Ruben dan Sarwendah, serta dampaknya terhadap anak-anak mereka.
Masalah Nafkah Anak
Di sisi lain, Tiffani juga menanggapi isu mengenai nafkah anak yang diklaim belum dibayarkan selama delapan bulan, termasuk biaya pendidikan anak. Ia menegaskan bahwa pihak Ruben saat ini masih menunggu rincian pengeluaran yang menjadi dasar permintaan tersebut. “Kami selalu meminta perinciannya. Di mana rincian tersebut?” ungkap Tiffani, menekankan pentingnya transparansi dalam masalah keuangan ini.
Komitmen Ruben Sebagai Ayah
Tiffani memastikan bahwa Ruben tetap berkomitmen untuk memenuhi kewajiban finansialnya terkait pemeliharaan dan pendidikan anak-anak mereka. “Selama itu berkaitan dengan pemeliharaan dan pendidikan anak, klien kami akan bertanggung jawab,” tutup Tiffani Setiawaty, menegaskan bahwa Ruben tidak akan mengabaikan tanggung jawabnya sebagai ayah.
Dengan berbagai isu yang melibatkan syarat tes kesehatan dan nafkah anak, situasi antara Ruben Onsu dan Sarwendah menunjukkan kompleksitas yang dihadapi banyak pasangan pascaperceraian. Permasalahan ini tidak hanya melibatkan aspek hukum, tetapi juga emosional, yang berdampak pada kesejahteraan anak-anak mereka. Seiring berjalannya waktu, diharapkan adanya solusi yang adil dan bijaksana dapat ditemukan untuk semua pihak yang terlibat.
➡️ Baca Juga: Gaji dan Seleksi Pengurus Koperasi Merah Putih 2026: Kesempatan Karier yang Menarik dan Menguntungkan
➡️ Baca Juga: Cara Efektif Menghemat Bensin pada Motor Matic untuk Performansi Optimal




