Tinjau Langsung Keamanan Stok BBM di NTT Pasca Gempa oleh Komut Pertamina

Dalam situasi darurat seperti bencana alam, menjaga kestabilan pasokan energi adalah hal yang sangat krusial. Gempa bumi yang baru-baru ini melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tantangan bagi banyak sektor, termasuk distribusi bahan bakar minyak (BBM). Untuk memastikan semua berjalan baik, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan peninjauan langsung ke Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo pada tanggal 18 Agustus. Kunjungan ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan keamanan stok BBM di NTT tetap terjaga pasca-gempa.
Menilai Keadaan Pasokan Energi di NTT
Iriawan berkomitmen untuk menjamin bahwa pasokan BBM di NTT tidak hanya aman tetapi juga dapat didistribusikan dengan baik. Dalam peninjauan tersebut, ia juga memberikan pujian kepada para pekerja Pertamina yang terus melanjutkan tugas mereka meskipun dalam kondisi yang tidak ideal. Menurutnya, mereka adalah “pahlawan” yang berupaya keras untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap energi yang diperlukan.
“Saya hadir di sini untuk bertemu dengan para pahlawan saya. Mereka adalah orang-orang yang berjuang demi ketersediaan energi, baik yang ada di sini maupun di lapangan,” ungkap Iriawan dengan penuh rasa hormat.
Kolaborasi Tim Pertamina dalam Penanganan Darurat
Dalam kunjungannya, Iriawan didampingi oleh sejumlah petinggi Pertamina, termasuk Corporate Secretary Arya Dwi Paramita dan Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi, Hari Purnomo. Kehadiran mereka menegaskan komitmen perusahaan untuk merespons situasi darurat secara cepat dan efektif, serta menjaga ketersediaan energi di wilayah-wilayah yang terkena dampak gempa seperti Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ruteng.
Iriawan juga mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh timnya ketika akses jalan dari Ruteng ke Labuan Bajo terputus akibat gempa. Kejadian ini mempersulit pengiriman BBM, namun Pertamina berusaha menemukan solusi alternatif untuk memastikan pasokan tetap berlanjut.
Inovasi dalam Distribusi Pasokan BBM
Dalam waktu kurang dari dua hari setelah jalur darat terhalang, Pertamina mengambil langkah inovatif dengan mengirim kapal feri yang membawa 11 truk tangki BBM menuju Labuan Bajo. Penggunaan jalur laut ini menjadi solusi cerdas untuk memastikan bahwa pasokan BBM tetap tersedia dan untuk menghindari potensi kelangkaan di wilayah yang terdampak.
“Alhamdulillah, itu adalah langkah penyelamat yang luar biasa, sehingga hingga saat ini tidak ada kelangkaan BBM di sini,” kata Iriawan, menunjukkan rasa syukurnya terhadap upaya yang dilakukan timnya.
Peningkatan Permintaan BBM
Walaupun secara keseluruhan stok BBM aman, Iriawan mencatat bahwa permintaan minyak tanah di beberapa daerah menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam hal ini, Pertamina sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk kemungkinan penambahan kuota pasokan minyak tanah sesuai kebutuhan masyarakat.
Informasi mengenai kebutuhan tambahan ini disampaikan langsung oleh Gubernur NTT beberapa jam sebelum kunjungan Iriawan ke Fuel Terminal Labuan Bajo, menegaskan urgensi situasi yang harus segera ditangani.
Empati dan Dukungan untuk Korban Gempa
Selama kunjungannya, Iriawan juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada masyarakat yang terkena dampak gempa, terutama kepada mereka yang kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga akibat bencana tersebut. Ini menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan kemanusiaan.
Iriawan menegaskan bahwa dalam keadaan darurat seperti ini, fokus utama Pertamina adalah memastikan bahwa distribusi BBM tidak terhambat. Ketersediaan energi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta mendukung segala aktivitas penanganan bencana yang sedang berlangsung.
Kondisi Aset Pertamina di Wilayah Terdampak
Iriawan juga mencatat bahwa Reo merupakan salah satu area yang mengalami kerusakan terparah pada aset Pertamina akibat gempa. Meskipun kondisi ini sulit, para pekerja tetap melanjutkan tugas mereka untuk menjaga pelayanan dan distribusi energi, menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap tugas mereka.
Dalam konteks ini, pentingnya sinergi antara Pertamina dan masyarakat juga menjadi sorotan. Kerjasama dan komunikasi yang baik antara pihak-pihak terkait akan sangat membantu dalam meminimalkan dampak bencana serta memastikan pemulihan yang cepat dan efisien.
Strategi Pertamina dalam Memastikan Keamanan Stok BBM
Dari peninjauan yang dilakukan oleh Mochamad Iriawan, terlihat bahwa Pertamina memiliki strategi yang matang dalam menghadapi situasi darurat seperti gempa. Beberapa langkah penting yang diambil meliputi:
- Melakukan peninjauan langsung untuk memantau kondisi lapangan.
- Menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan pihak berwenang.
- Menyiapkan jalur distribusi alternatif untuk menghindari kelangkaan.
- Mempercepat pengiriman pasokan melalui jalur laut.
- Menyesuaikan kuota pasokan sesuai dengan permintaan masyarakat.
Langkah-langkah ini menunjukkan betapa seriusnya Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi, terutama di tengah situasi sulit pasca-gempa. Dengan komitmen yang kuat dari seluruh tim, Pertamina berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memastikan keamanan stok BBM di NTT tetap terjaga.
Kesimpulan Tindakan Proaktif Pertamina
Dalam menghadapi bencana alam yang tidak terduga, respons cepat dan tindakan proaktif menjadi kunci dalam menjaga kestabilan pasokan energi. Kunjungan Mochamad Iriawan ke Labuan Bajo mencerminkan komitmen Pertamina untuk tidak hanya memastikan ketersediaan BBM, tetapi juga menunjukkan empati kepada masyarakat yang terdampak. Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan keamanan stok BBM di NTT dapat terus terjaga dan mendukung pemulihan daerah yang terkena dampak gempa.
➡️ Baca Juga: 7 Smartphone Terbaik Rp2 Jutaan untuk Kado Lebaran 2026 yang Wajib Dipilih
➡️ Baca Juga: Komisi I DPR Respon Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tekankan Ruang Belajar Digital



