Tasyakuran CHS Line 3 Bunati: PT DSP Hargai 882.428 Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

PT Dua Samudera Perkasa (DSP) baru-baru ini mengadakan acara tasyakuran yang bertepatan dengan peluncuran perdana sistem penanganan batubara (Coal Handling System/CHS) Line 3 di Area CHS Line 3 Tersus JG Bunati, Kalimantan Selatan, pada tanggal 20 Agustus 2026. Acara ini dihadiri oleh jajaran direksi dan manajemen Jhonlin Group, perwakilan PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WIKA Rekon), serta tamu undangan dari berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut. Proyek yang memiliki kapasitas 1 x 2.500 ton per jam ini kini memasuki tahap commissioning sebagai bagian dari persiapan menuju operasional. Kegiatan ini juga menjadi momen untuk merayakan rampungnya pembangunan CHS Line 3 sekaligus memberikan penghargaan kepada semua pihak yang berkontribusi dalam proyek ini.
Pencapaian Penting dalam Keselamatan Kerja
Direktur PT Dua Samudera Perkasa, H. Efgar Welmar Santos, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan catatan penting serta warisan bagi semua pihak yang terlibat. Proyek ini berhasil mencapai 882.428 jam kerja tanpa kecelakaan, sebuah prestasi yang sangat mengesankan. Sertifikat penghargaan yang diberikan oleh DSP kepada WIKA Rekon menjadi simbol dari pencapaian ini, yang mencerminkan komitmen untuk menjaga keselamatan kerja di lokasi proyek.
“Mencapai 880.000 jam kerja tanpa kecelakaan adalah pencapaian yang luar biasa,” ujar Efgar dalam sambutannya yang dikutip pada 31 Agustus 2026. Kesadaran akan keselamatan kerja yang tinggi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan proyek ini.
Keberhasilan Proyek yang Tepat Waktu
Proyek yang dilaksanakan bersama kontraktor ini juga berhasil diselesaikan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Pekerjaan dimulai pada bulan Mei 2024 dan seharusnya rampung pada 17 Oktober 2026. CHS Line 3 merupakan salah satu proyek besar yang dikelola oleh Jhonlin Group dengan DSP bertindak sebagai operator. Sistem ini memiliki panjang total sekitar 1,7 kilometer, dengan jalur menuju area pengiriman (ship loader) mencapai sekitar 1,4 kilometer.
Proses Commissioning dan Uji Coba Sistem
Project Manager WIKA Rekon, Septian Wijinear, menjelaskan bahwa tahap commissioning dengan beban dilakukan untuk menguji performa serta kapasitas sistem sesuai dengan target yang telah dijanjikan kepada DSP. Dalam tahap ini, batu bara mulai dialirkan menuju tongkang untuk mengukur performa dan kapasitas sistem yang baru saja dibangun.
“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami selalu berpegang pada prinsip bahwa setiap orang harus pulang dalam keadaan selamat; datang dengan selamat, dan pulang pun dalam keadaan yang sama,” ungkap Septian.
Prosesi Tasyakuran dan Simbol Rasa Syukur
Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi tasyakuran dan pemotongan tumpeng, yang melambangkan rasa syukur atas selesainya pembangunan serta kesiapan operasional CHS Line 3 Vessel JJ Bunati. Pada kesempatan ini, DSP juga menyerahkan sertifikat penghargaan K3 kepada WIKA Rekon sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan dedikasi seluruh tim dalam menjaga keselamatan selama proyek berlangsung.
Efgar berharap agar budaya keselamatan ini dapat terus dipertahankan, baik dalam tahap operasional proyek ini maupun dalam proyek-proyek mendatang. Ia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin, yang merupakan bagian penting dari keberlanjutan proyek di Jhonlin Group.
Signifikansi Budaya Keselamatan dalam Proyek
Budaya keselamatan yang diterapkan selama proyek CHS Line 3 menjadi contoh yang patut ditiru oleh proyek-proyek lainnya. Dengan menjaga standar keselamatan yang tinggi, tidak hanya melindungi karyawan, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan efisien.
Beberapa aspek penting dari budaya keselamatan yang diterapkan di proyek ini meliputi:
- Pelatihan keselamatan rutin bagi semua pekerja.
- Penerapan prosedur kerja yang ketat untuk mencegah kecelakaan.
- Pemeriksaan dan pemeliharaan alat berat secara berkala.
- Komunikasi yang baik antara tim proyek dan manajemen.
- Pemberian penghargaan bagi individu atau tim yang menunjukkan kinerja keselamatan terbaik.
Harapan untuk Proyek-Proyek Mendatang
Sikap proaktif dalam menjaga keselamatan kerja akan menjadi salah satu pilar utama dalam setiap proyek yang akan datang. Efgar menekankan pentingnya menjaga momentum ini agar setiap proyek yang dikelola oleh DSP atau Jhonlin Group dapat berjalan dengan aman dan sukses.
Dengan pengalaman dan pencapaian yang telah diraih, PT Dua Samudera Perkasa berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keselamatan serta efisiensi dalam setiap proyek yang dikerjakan. Semoga prestasi di CHS Line 3 Bunati ini menjadi inspirasi bagi industri lainnya dalam menerapkan prinsip-prinsip keselamatan kerja yang lebih baik.
Kesimpulan dari Acara Tasyakuran
Tasyakuran CHS Line 3 Bunati tidak hanya menjadi momen merayakan keberhasilan, tetapi juga menegaskan komitmen PT Dua Samudera Perkasa terhadap keselamatan dan efisiensi kerja. Dengan pencapaian 882.428 jam kerja tanpa kecelakaan, proyek ini menjadi contoh nyata bahwa dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang disiplin, setiap tantangan dapat diatasi dengan baik. Semoga budaya keselamatan ini terus terjaga dan menjadi bagian integral dari setiap proyek di masa depan.
➡️ Baca Juga: Aksi Pemadaman Lampu Hari Bumi di Jakarta Berhasil Kurangi Emisi Karbon 77,53 Ton CO2e
➡️ Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Mencapai Rp119.400 per Kg, Bawang Merah Rp70 Ribu per 21 April 2026



